IHSG Diperkirakan Bergerak Fluktuatif, Krisis Selat Hormuz Jadi Perhatian Investor

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026) diperkirakan akan bergerak fluktuatif dan cenderung konsolidatif.

Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis, Senin (11/5/2026) memperkirakan bahwa IHSG bergerak di kisaran 6.850-7.100,  di tengah perdagangan yang pendek  pekan ini, menjelang long weekend.

“IHSG diprediksi akan bergerak pada resistance 7.300, pivot  7.200, dan support  7.000,” demikian hasil riset.

Sementara itu, saham-saham yang diunggulkan pada pekan ini adalah KLBF, MAPA, MYOR, MARK, dan ERAL.

Sebelumnya, indeks utama di Wall Street ditutup menguat  pada perdagangan Jumat (8/5/2026), yang diikuti  penguatan secara mingguan. Kenaikan ini dipicu oleh data tenaga kerja AS yang lebih baik dari estimasi.

Data nonfarm payrolls menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 115 ribu di April 2026, lebih baik dari estimasi 55 ribu. Tingkat pengangguran sesuai estimasi berada di level 4,3%. Harga minyak mentah sedikit naik, setelah AS dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan tetap menjadi fokus pasar global di tengah gencatan senjata AS-Iran yang rentan. Di antara rilis data ekonomi, investor akan mencermati data CPI dan PPI di AS di tengah perpecahan di The Fed. 

Tiongkok  akan merilis agregat moneter utama dan merilis CPI dan PPI. Investor juga menantikan pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jin Ping yang dijadwalkan 14-15 Mei 2026 di Beijing, Tiongkok. Fokus utama pertemuan ini adalah krisis perang AS-Iran, di mana Presiden AS Donald Trump berharap Tiongkok dapat menekan Iran, serta membahas isu perdagangan, logam tanah jarang, dan keamanan.

Dari dalam negeri diberitakan bahwa rencana Pemerintah untuk menaikkan tarif royalti progresif terhadap  sejumlah komoditas logam, termasuk nikel, tembaga, emas, perak, dan timah, menjadi sentimen negatif terhadap sektor basic material yang selama ini menjadi salah satu penopang indeks.  Di sisi lain, kenaikan tarif itu berpotensi meningkatkan pendapatan negara. Pada pekan ini dijadwalkan akan dirilis indeks keyakinan konsumen, retail sales dan penjualan sepeda motor.

Investor juga kini  menantikan pengumuman review kuartalan Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang akan dirilis pada 12 Mei 2026. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Gempa Venezuela Berdampak ke Ekonomi RI? CORE: Risiko Muncul Jika Infrastruktur Minyak Terganggu

BRIEF.ID - Gempa yang mengguncang Venezuela dinilai belum memberikan...

Korban Gempa Kembar Venezuela Tembus 164 Tewas, 971  Orang Terluka

BRIEF.ID – Jumlah korban akibat dua gempa bumi hebat...

Ditanya Soal Timnas Sepak Bola Pantai Gading, Klopp Tinggalkan Wawancara  

BRIEF.ID – Mantan pelatih Jürgen Klopp mendadak mengakhiri sesi...

Nyanyian Homofobik Berkumandang pada Pertandingan Piala Dunia Meksiko vs Ceko

BRIEF.ID – Nyanyian homofobik yang selama bertahun-tahun menjadi kontroversi...