IHSG Berpotensi Uji Level 6.050–6.150, Investor Cermati The Fed dan Rupiah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di kisaran 6.050–6.150 pada perdagangan Rabu (29/7/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah 0,89% ke level 6.130,59.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG diproyeksikan memiliki resistance di level 6.150, pivot di 6.100, dan support di 6.050. Adapun saham yang direkomendasikan untuk dicermati meliputi UNVR, BFIN, GGRM, ELSA, dan WIIM.

“Diperkirakan IHSG akan menguji level 6.050–6.100 pada perdagangan Rabu (29/7/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Secara teknikal, pelemahan IHSG pada perdagangan Selasa (28/7/2026) ditandai dengan histogram MACD yang terus menyempit, sementara Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum pasar masih cenderung terbatas.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah 0,41% ke level Rp18.083 per dolar AS, mendekati rekor terendah sepanjang masa di Rp18.190 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Dari sisi eksternal, penguatan indeks dolar AS masih berlanjut menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar masih bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif yang dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.

Sentimen global juga datang dari United States Trade Representative (USTR) yang mengisyaratkan potensi pengenaan tarif impor tambahan terhadap sejumlah negara di Asia, termasuk Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan. USTR saat ini tengah menyelidiki dugaan kelebihan kapasitas produksi serta praktik dumping manufaktur dari negara-negara tersebut.

Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian pemerintah Indonesia, mengingat Indonesia pada pekan lalu juga dikenai tambahan tarif impor sebesar 10% oleh Amerika Serikat.

Selain itu, investor akan mencermati hasil rapat kebijakan The Fed yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,5%–3,75%, sembari menunggu sinyal mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.(nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan...

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan, Nelayan dan Pelayaran Diminta Waspada

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan...

Apple Nyaris Tembus Kapitalisasi Pasar US$ 5 Triliun

BRIEF.ID – Apple Inc. nyaris menjadi perusahaan publik kedua...

Harga Bitcoin Anjlok, Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

BRIEF.ID – Harga Bitcoin kembali tertekan pada perdagangan Selasa...