DPR Minta Publik Tak Berspekulasi soal Mundurnya Perry Warjiyo

BRIEF.ID – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengimbau masyarakat tidak terpengaruh berbagai spekulasi terkait pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menurut Hekal, seluruh proses pergantian kepemimpinan di bank sentral telah memiliki mekanisme yang jelas sesuai Undang-Undang Bank Indonesia sehingga tidak perlu menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Hekal menegaskan, masyarakat sebaiknya mengedepankan fakta dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Dia memastikan seluruh prosedur transisi kepemimpinan di Bank Indonesia saat ini berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita tidak perlu berspekulasi terhadap informasi yang tidak memiliki dasar. Yang jelas kita bicara fakta dulu. Prosedur yang diamanatkan undang-undang sudah dijalankan, dan Deputi Gubernur Senior memang menjalankan tugas tersebut sesuai ketentuan,” tutur Hekal dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (29/7).

Dalam kesempatan itu, Hekal juga tidak lupa mengajak semua pihak agar menghormati keputusan Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Hekal meminta publik menghargai alasan pribadi yang mendasari keputusan tersebut, sekaligus memberikan apresiasi atas pengabdian Perry selama memimpin bank sentral.

“Kita harus menghormati keputusan beliau mengundurkan diri dan juga menghormati privasi atas apa pun alasan yang menjadi keputusannya. Jadi yang pasti kita harus memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi beliau selama menjadi Gubernur Bank Indonesia maupun selama berkarier di BI,” katanya.

Hekal menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia, posisi Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti hingga Presiden Prabowo mengusulkan nama calon gubernur definitif kepada DPR.

Menurutnya, Destry memiliki pengalaman yang memadai untuk memastikan seluruh fungsi Bank Indonesia agar tetap berjalan normal, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pelaksanaan kebijakan moneter.

“Saya rasa Ibu Destry punya kemampuan dan pengalaman yang cukup. Selama ini beliau juga menjadi penjaga gawang terutama dalam pengendalian dan pengelolaan kurs rupiah terhadap dolar maupun mata uang lainnya. Jadi saya rasa beliau cukup mampu menjaga kinerja BI dalam masa transisi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hekal menilai koordinasi yang solid antara Bank Indonesia dan pemerintah akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah proses pergantian kepemimpinan.

Ia optimistis kepercayaan publik dan pelaku pasar akan tetap terjaga selama kebijakan moneter dan fiskal berjalan selaras hingga Gubernur BI definitif ditetapkan.

“Yang paling penting adalah koordinasi antara penjaga kebijakan moneter dan kebijakan fiskal agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Saya meyakini masa transisi ini dapat dilalui dengan baik sambil menunggu Presiden mengusulkan calon Gubernur BI definitif kepada DPR,” tutupnya. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Yusril Usul Underinvoicing Pertambangan Masuk Kategori Korupsi

BRIEF.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia,...

Menkeu Suahasil Temui Pramono Anung, Bahas Dukungan APBN untuk Jakarta

BRIEF.ID – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengunjungi Balai Kota...

Konser Ye di GBK Diklaim Bakal Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar

BRIEF.ID – Pemerintah mengklaim konser musisi asal Amerika Serikat...

IHSG Turun Tipis 0,32%, Saham Bank BUMN Jadi Pemberat

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...