IHSG Berpotensi Technical Rebound

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada perdagangan di Bursa  Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/3/2026) diperkirakan berpotensi menciptakan  technical rebound setelah  mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari berturut-turut. 

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance  7.400, pivot 7.300, dan support 7.200. Saham-saham yang diunggulkan  UNTR, MAPI, TAPG, LSIP, dan TKIM.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 7.337,37 atau turun  3,27% pada perdagangan Senin (9/3/2026), setelah sempat menyentuh 7.156.

Penutupan Selat Hormuz mendesak kalangan produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksinya karena kekurangan tempat penyimpanan minyak sebab tidak dapat mengirimkan produksinya ke pelanggan.

Akibatnya harga minyak mentah meningkat tajam di atas level US$ 100 per barel, yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global. Semua sektor ditutup melemah, dengan koreksi terbesar pada sektor cyclical. Nilai tukar Rupiah ditutup melemah di level Rp 16.935 per Dolar AS. Dengan terkoreksinya harga minyak mentah, IHSG diperkirakan berpotensi mengalami technical rebound dan berpeluang menguji resistance di 7400-7480.

Indeks keyakinan konsumen turun di level 125.2 pada Februari 2025 dari 127 pada Januari 2026. Penurunan ini seiring  melemahnya prospek ekonomi, ekspektasi pendapatan untuk enam bulan ke depan, serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja selama enam bulan ke depan.

Sementara itu, data penjualan sepeda motor di domestik tumbuh 1% YoY mencapai level tertinggi dalam empat bulan terakhir di 587,3 ribu pada bulan Februari 2026, setelah membukukan kenaikan 3,1% YoY di Januari 2026. Untuk periode Januari-Februari 2026, penjualan sepeda motor tumbuh 2,1% YoY dibandingkan periode sama tahun lalu.

Inflasi Tiongkok meningkat 1,3% YoY pada Februari 2026 dari 0,2% di Januari 2026, membukukan kenaikan tertinggi sejak Januari 2023 serta di atas ekspektasi yang sebesar 0,8%. Peningkatan ini terutama efek dari adanya perayaan Tahun Baru Imlek di pertengahan Februari 2026.

Selanjutnya investor akan menantikan data ekspor impor Tiongkok di Januari-Februari 2026, yang akan dirilis Selasa (10/3/2026).  (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jakarta Kejar Target Bebaskan Kabel Udara dalam 5 Tahun

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi Jakarta mulai mempercepat penataan jaringan...

Tim SAR Kerahkan Helikopter Cari 8 Korban Speed Boat Hilang di Selat Sunda

BRIEF.ID - Operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih...

Prabowo Bicara Demokrasi: Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan demokrasi tidak seharusnya...

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, BPPD NTB Dorong Uji Ketahanan Pariwisata Jelang MotoGP 2026

BRIEF.ID – Gangguan penerbangan rute Lombok–Jakarta akibat sebaran abu...