BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak melemah. Pada pembukaan perdagangan, Jumat (27/3/2026) IHSG sempat terkoreksi 80,37 poin atau turun 1,12% di level 7.083,72.
Meskipun berada di zona merah, IHSG berpotensi menguat kembali jika tidak menembus dan bertahan di bawah support flow sederhana dikisaran antara 7114-7100.
Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memperpanjang selama 10 hari deadline penyerangan ke Iran harga minyak mentah di pasar internasional terhadang untuk terus menguat dan memberikan nafas buatan bagi penguatan pasar saham global.
Indeks futures sejumlah pasar saham utama dunia terlihat berada diteritori positif setelah kemarin sempat terkoreksi menjelang deadline dua hari penyerangan AS ke Iran. Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa Iran “mengemis” untuk meminta pengakhiran perang, walau pihak Iran mengatakan secara konsisten bahwa apa yang dikatakan Trump adalah kebohongan.
Dari dalam negeri, pemerintah masih menggodok rencana untuk memberlakukan sehari kerja di rumah setiap minggu untuk aparatur sipil negara (ASN) untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) akibat potensi kelangkaan suplai seiring masih tingginya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Jika saja kerja dari rumah (work from home/WFH) diberlakukan setiap Rabu, mungkin akan lebih efektif dibandingkan WFH setiap hari Jumat yang tampaknya malahan akan menjadi long weekend dan dijadikan momen berwisata dan ujung-ujungnya tetap ada pemborosan penggunaan BBM.
Faktor eksternal, pasar saham global masih dihadapkan pada jadwal resmi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang akan melakukan rapat dua hari pada 28-29 April 2026 mendatang untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan ditengah tingginya potensi kenaikan laju inflasi akibat kenaikan harga BBM.
Nilai tukar Rupiah diperdagangkan pada Rp 16.932 per dolar AS. Harga emas diperdagangkan pada angka US$ 4.386 per troy ons atau melemah 2,8% dari US$ 4.514 per troy ons.
Minyak mentah Brent berada di kisaran US$ 100,94 per barel, sedikit melemah dari harga tertinggi intraday pada US$ 102 per barrel. Harga batu bara untuk pengiriman bulan April menguat 3,24% ke level US$ 142 per metrik ton. Harga timah untuk pengiriman bulan April 2026 turun 1,61% ke level US$ 44.0046 per ton.
Saham-saham yang diunggulkan ANTM, BRMS, PSAB, HRTA, ARCI, dan
DKFT. Selain itu, ADRO, BUMI, HRUM, TINS, ENRG, MEDC, TLKM, dan BBRI. (nov)


