BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik arah ke zona merah imbas lonjakan harga minyak dunia, dan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury.
Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, Rabu (2/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,28% atau 18,49 poin ke level 6.581. Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,39% atau 25,45 poin ke posisi 6.625,39.
Selama sesi I perdagangan saham yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak fluktuatif dan berakhir di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 6.629, dan level terendah di 6.561.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 265 saham turun harga, 326 saham naik harga, dan 191 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 32,979 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.528.272, dan nilai transaksi sebesar Rp9,920 triliun.
Tekanan terhadap IHSG dipengaruhi faktor luar negeri, yakni konflik Timur Tengah yang kembali memanas, sehingga memicu lonjakan harga minyak dan yield US treasury.
Amerika Serikat (AS) menuding Iran memasang ranjau di Selat Hormuz, dan melancarkan serangan. Sebaliknya, Iran melakukan serangan balasan dengan menembakan rudal ke Yordania, dan memperingatkan akan memperketat blokade terhadap Selat Hormuz.
Hal itu, membuat harga minyak dunia jenis Brent, yang menjadi acuan global, melonjak ke level US$95 per barel. Sedangkan harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) melesat 5,2% ke level US$91 per barel.
Selain itu, sentimen negatof juga datang dari kenaikan yield US Treasury tenor 10 tahun ke 4,797% pada penutupan perdagangan Selasa (1/9/2026), merupakan yang tertinggi sejak Januari 2025.
Faktor tersebut membuat investor di BEI kembali menarik modal, dan melakukan pembelian selektif. Saham-saham sektor energi menjadi yang paling banyak mengalami tekanan jual.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan peluang melemah terbatas di kisaran level support 6.550, dan level resistance 6.650. (Jea)


