BRIEF.ID – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa menyusul meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kenaikan terjadi setelah militer AS menyatakan tengah melakukan serangan lanjutan terhadap Iran.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik sekitar 5% dan ditutup pada level US$ 95,05 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melonjak 5,7% menjadi US$90,68 per barel.
Kenaikan ini membawa harga WTI menembus level US$90 per barel untuk pertama kalinya sejak 11 Juni.
Lonjakan harga minyak mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global akibat eskalasi konflik AS-Iran. Investor kini mencermati kemungkinan meluasnya konflik ke kawasan penghasil dan jalur utama perdagangan minyak dunia.
Ketegangan yang semakin meningkat juga meningkatkan risiko terhadap aktivitas pelayaran dan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut terhadap harga minyak apabila pasokan global terganggu.
Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian bagi perekonomian global karena dapat meningkatkan biaya energi, transportasi, dan produksi. Jika berlangsung dalam waktu lama, harga minyak yang tinggi berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.
Pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran, respons negara-negara di kawasan Timur Tengah, serta dampaknya terhadap pasokan dan jalur perdagangan minyak global. (Investing.com/nov)


