BRIEF.ID – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengubah model bisnis PalmCo dengan memperluas penetrasi ke pasar internasional. Strategi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi PalmCo sebagai pemain global di industri minyak kelapa sawit. PalmCo dikenal sebagai kelompok usaha kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) yang berada dalam ekosistem PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group.
Dony mengatakan, PalmCo tidak lagi berorientasi pada pasar domestik, tetapi mulai meningkatkan kapasitas ekspor dengan memanfaatkan kelebihan pasokan setelah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO).
“Yang dulunya semuanya mayoritas adalah pasar di dalam negeri, sekarang kami ingin penetrasi ke ekspor, dari kelebihan DMO yang kita miliki. Kami bisa ekspor, itu tahap satu,” ujar Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Perubahan model bisnis ini dibahas Dony bersama jajaran direksi PalmCo. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya menyusun strategi transformasi perusahaan agar memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar global.
Menurut Dony, peningkatan kapasitas ekspor menjadi salah satu langkah awal transformasi PalmCo. Perusahaan akan mengoptimalkan kelebihan pasokan komoditas sawit yang tersedia setelah kebutuhan pasar domestik terpenuhi.
Strategi ini sekaligus membuka peluang bagi PalmCo untuk meningkatkan kontribusinya dalam perdagangan komoditas sawit global. Dengan memperluas pasar ekspor, PalmCo diharapkan tidak hanya menjadi pemasok untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu membangun posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok industri sawit internasional.
Ekspansi pasar tidak berhenti pada aktivitas ekspor komoditas. PalmCo juga menyiapkan strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk sawit sekaligus memperluas jangkauan bisnis di pasar internasional.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan fasilitas pengolahan minyak atau refinery di luar negeri. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi PalmCo untuk mendekatkan kegiatan pengolahan dengan pasar tujuan sekaligus memperkuat penetrasi produk sawit Indonesia di pasar global.
Langkah pembangunan refinery di luar negeri menunjukkan bahwa transformasi PalmCo diarahkan tidak hanya pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga pengembangan bisnis berbasis nilai tambah.
Dengan membangun fasilitas pengolahan di luar negeri, PalmCo berpeluang memperluas rantai bisnis dari produksi bahan baku hingga pengolahan dan pemasaran produk turunan sawit. Strategi tersebut sejalan dengan kebutuhan industri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan ke konsumen akhir.
Dony menegaskan bahwa ekspansi internasional merupakan bagian dari tahapan transformasi PalmCo. Setelah memperkuat kemampuan ekspor, perusahaan akan diarahkan untuk meningkatkan aktivitas hilirisasi dan membangun kehadiran bisnis yang lebih kuat di pasar global.
Transformasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing PalmCo di tengah persaingan industri sawit internasional. Pasar global tidak hanya membutuhkan kapasitas produksi yang besar, tetapi juga efisiensi, kemampuan pengolahan, kualitas produk, serta jaringan distribusi yang kuat.
Melalui strategi tersebut, PalmCo diharapkan mampu memanfaatkan potensi Indonesia sebagai salah satu produsen utama kelapa sawit dunia. Penguatan ekspor dan hilirisasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas sawit sekaligus memperluas sumber pertumbuhan bisnis perusahaan.
Strategi PalmCo tersebut juga sejalan dengan agenda pemerintah untuk mendorong hilirisasi komoditas dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Namun, dalam tahap berikutnya, pengembangan bisnis diarahkan untuk menjangkau pasar internasional melalui investasi dan fasilitas pengolahan di negara tujuan.
Dengan demikian, transformasi PalmCo tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun ekosistem bisnis sawit yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dan memiliki orientasi global. (nov)


