IHSG Anjlok ke Zona Merah Imbas Isu Akuisisi Bayan

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok ke zona merah pada perdagangan Rabu (19/8/2026), imbas isu akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Hingga akhir sesi I perdagangan saham pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG anjlok 0,60% atau 38,63 poin di level 6.411. Sebelumnya di awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,65% atau 41,65 poin ke posisi 6.408,18.

Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terpantau bergerak fluktuatif, dengan menyentuh level tertinggi di level 6.490, dan level terendah di 6.373.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 361 saham turun harga, 233 saham naik harga, dan 191 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapaun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 21,435 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.309.140 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,348 triliun.

Tekanan terhadap IHSG hari ini terutama dipicu isu akuisisi saham Bayan oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Setelah isu itu dibantah manajemen Bayan, saham perusahaan batubara ini pun ramai dilepas investor.

Saham BYAN yang sejak kemarin ramai diborong, berbalik dilepas investor hingga turun sebesar 6,95% atau Rp1.200 menjadi Rp16.075 per lembar pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, Sekretaris Perusahaan PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Jenny Quantero, menyatakan tidak mengetahui asal kabar terkait akuisisi saham perseroan oleh Haji Isam.

Rumor akuisisi saham BYAN ini bermula dari pergerakan agresif sejumlah saham yang dikaitkan dengan ekosistem bisnis Haji Isam, seperti PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).

Tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia akibat kekhawatiran krisis pasokan seiring belum dibukanya jalur pelayaran Selat Hormuz, karena Amerika Serikat (AS) dan Iran tak kunjung menyepakati perjanjian perdamaian. Pada perdagangan hari ini, Harga minyak dunia masih tinggi di kisaran US$91,7 per barel.

Investor juga memasang aksi wait and see terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) terkait kebijakan suku bunga acuan atau BI-Rate. Konsensus pasar memperkirakan RDG-BI akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75%.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran level support 6.400 hingga level resistancfe 6.500. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Pascagempa NTT

BRIEF.ID-Pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur...

Dua Kapal Polri Angkut 17,5 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores

BRIEF.ID - Dua kapal kepolisian dikerahkan untuk mengangkut bantuan...

Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah telah Kirim 253 Ton Logistik Bantuan ke NTT

BRIEF.ID - Pemerintah tengah mempercepat pengiriman bantuan untuk masyarakat...

Rupiah Menguat Jelang Pengumuman Hasil RDG-BI, Uji Level Rp17.700

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat menjelang pengumuman...