BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk ke level 5.900 dengan lebih dari 500 saham turun harga pada perdagagan Senin (12/10/2026).
Awalnya, IHSG dibuka menguat 0,26% atau 15,56 poin ke level 6.109. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,26% atau 1,58 poin ke posisi 603,25.
Namun seiring jalannya perdagangan, IHSG perlahan tertekan ke zona merah. Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG terpantau merosot 1,94% atau 117,97 poin ke level 5.975.
Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 WIB, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 6.128, dan level terendah di 5.971.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 537 saham turun harga, hanya 159 saham yang naik harga, dan 95 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Pelemahan IHSG dipengaruhi arus modal keluar atau capital outflow, seiring investor menyikapi data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 yang turun menjadi 118,1 dari 118,5 pada Agustus 2026.
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Indeks kondisi ekonomi saat ini turun 1,9 poin menjadi 107,5, sekaligus menjadi level terendah dalam 12 bulan terakhir.
Hal itu, semakin diperparah dengan persepsi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja selama enam bulan terakhir, yang juga melemah 3,0 poin menjadi 101,1. Sementara ekspektasi terhadap kegiatan usaha juga turun 0,6 poin menjadi 121,5.
Meskipun IKK September 2026 turun tipis, hal itu menunjukkan melemahnya penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia, sehingga semakin berhati-hati menanamkan modal di pasar keuangan Indonesia.
Selain itu, memanasnya konflik Timur Tengah seiring serangan kelompok militan Houthi ke Bandara di Arab Saudi, yang menewaskan 12 orang, membuat kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah kembali meningkat.
Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia telah menyoroti potensi lonjakan inflasi akibat tingginya biaya energi dan utang publik. Hal ini, berdampak pada kenaikan suku bunga, dan cenderung menekan aset di emerging market.
Terkait dengan itu, IHSG hari ini diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran level support 5.950, dan level resistance 6.150. (Jea)


