Rupiah Balik Melemah ke Level Rp17.900 Imbas Memanasnya Konflik Timur Tengah

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah berbalik melemah ke level Rp17.900 pada perdagangan awal pekan ini, Senin (12/10/2026), imbas masih memanasnya konflik Timur Tengah.

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka menguat tipis 0,03% atau 5 poin menjadi Rp17.894 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.899 per dolar AS.

Meski demikian, penguatan rupiah perlahan terkikis, bahkan berbalik melemah ke level Rp17.900. Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor terpantau berada di level Rp17.909 per dolar AS, turun 0,05% atau 10 poin dari Rp17.899 per dolar AS pada penutupan Jumat (9/10/2026).

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah membuka perdagangan dengan melemah terbatas 0,03% ke level Rp17.888 per dolar AS. meski demikian, rupiah sempat berbalik arah dan menguat di level Rp17.872 per dolar AS.

Pergerakan rupiah hari ini, dipengaruhi sentimen masih memanasnya konflik Timur Tengah, meski di sisi lain Rusia dan Ukraina dikabarkan menyepakati gencatan senjata.

Konflik Timur Tengah kembali memanas, seiring serangan kelompok militan Houthi ke bandara di Arab Saudi, yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia.

Hal itu, menimbulkan kekhawatiran terhadap krisis energi global, akibat terganggunya pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, kabar mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar. Kabar tersebut membuat harga minyak dunia jenis Brent yang melonjak selama sepekan terakhir, berbalik turun sebesar 1,35%  menjadi US$103,31 per barel.

Hal itu, mendorong mata uang Asia dibuna menguat terhadap dolart AS pada awal perdagangan hari ini, antara lain Won Korea Selatan yang melesat 0,44%.

Sementara dari dalam negeri, rencana lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada pekan ini, dinilai dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Minat investor terhadap lelang SRBI diperkirakan masih tinggi. Sebelumnya, lelang SRBI menyerap Rp30 triliun dengan yield  yang turun menjadi 6,55% untuk 6 bulan, 6,52% untuk 9 bulan, dan 6,68% untuk 12 bulan.

Meski demikian, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode September 2026 yang terkoreksi menjadi 118,1 dari 118,5 pada Agustus 2026, membuat investor cenderung berhati-hati masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, kurs rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level Rp17.850 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kantor Baru Diresmikan, MES Perkuat Organisasi dan Pengembangan Ekonomi Syariah

BRIEF.ID - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkomitmen memperkuat infrastruktur...

IHSG Ambruk ke Level 5.900, Lebih dari 500 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Jaga Semesta Wakili Indonesia di Final UN SDG Action Awards 2026

BRIEF.ID – Gerakan pemulihan ekosistem mata air berbasis komunitas...

Indeks Keyakinan Konsumen Naik pada Agustus 2026, Porsi Tabungan Menyusut

BRIEF.ID - Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan...