Jaga Semesta Wakili Indonesia di Final UN SDG Action Awards 2026

BRIEF.ID – Gerakan pemulihan ekosistem mata air berbasis komunitas asal Yogyakarta, Jaga Semesta, berhasil menembus final ajang Heroes of Tomorrow: UN SDG Action Awards 2026 melalui inisiatif “Return Water Home” atau “Pulangkan Air ke Rumahnya”.

Jaga Semesta terpilih sebagai satu dari sembilan finalis dunia pada kategori Creativity, setelah menyisihkan lebih dari 7.000 inisiatif dari 170 negara. Gerakan ini menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang melaju ke babak final kategori tersebut.

Penghargaan bergengsi ini diselenggarakan oleh UN SDG Action Campaign, inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikelola di bawah naungan United Nations Development Programme (UNDP).

Pencapaian Jaga Semesta hadir di tengah meningkatnya ancaman krisis air akibat alih fungsi lahan, degradasi tutupan pohon di kawasan tangkapan air, serta dampak perubahan iklim. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan debit mata air dan meningkatkan risiko kekeringan musiman di berbagai wilayah Indonesia.

Deputy Director UN SDG Action Campaign, Xavier Longan, mengatakan kategori Creativity memberikan penghargaan kepada inisiatif yang mampu membangkitkan harapan dan mendorong aksi nyata melalui kreativitas, inovasi, serta pendekatan baru untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut Longan, Jaga Semesta dinilai berhasil menggerakkan aksi kolektif masyarakat untuk memulihkan dan melindungi mata air demi generasi mendatang. Pendekatan yang memadukan kreativitas dan keterlibatan masyarakat dinilai menunjukkan bahwa perlindungan iklim dan sumber daya air dapat dimulai dari tingkat komunitas.

Pulihkan Mata Air Lewat Gotong Royong

Sejak mulai bergerak pada 2023, Jaga Semesta telah membangun jaringan komunitas di Jawa, Bali, dan Sumatera. Gerakan ini tercatat telah memantau lebih dari 500 mata air, merestorasi lebih dari 30 mata air, menanam lebih dari 20.000 bibit pohon endemik, serta membuat lebih dari 200 rorak dan lubang resapan bersama masyarakat.

Jaringan tersebut didukung lebih dari 20 cabang komunitas di tingkat desa dan lebih dari 400 relawan di berbagai wilayah Indonesia.

Pendiri Jaga Semesta, Fainta Negoro, mengatakan pencapaian tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi masyarakat di kawasan hulu yang selama ini bekerja menjaga sumber air.

“Mewakili Indonesia di forum PBB adalah kehormatan besar, tetapi kami tidak pernah memulai gerakan ini demi penghargaan. Kami memulainya karena melihat mata air di desa-desa perlahan mengering dan kehilangan denyutnya,” ujar Fainta.

Ia menegaskan, ketika mata air mengering, kehidupan masyarakat dan masa depan generasi berikutnya turut terancam. Karena itu, upaya pemulihan harus dilakukan dengan mengembalikan fungsi tanah, akar pohon, dan ekosistem yang sehat agar mampu menyerap serta menyimpan air.

Semangat tersebut juga dirasakan warga Desa Kaligentong, Boyolali, Jawa Tengah. Ayatullah Reza, salah satu relawan muda pemantau mata air, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan restorasi membuat warga semakin memahami pentingnya menjaga sumber air di desa mereka.

Melalui pendampingan Jaga Semesta, warga belajar membuat rorak, merestorasi mata air, dan menanam pohon yang membantu penyerapan air.

Reza menilai gerakan tersebut memperkuat semangat gotong royong lintas generasi sekaligus membangun kepercayaan diri masyarakat desa bahwa upaya menjaga lingkungan di tingkat lokal dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Perkuat Edukasi Digital dan Sains Warga

Selain melakukan aksi langsung di lapangan, Jaga Semesta aktif mengedukasi masyarakat melalui konten digital yang menjangkau jutaan audiens setiap bulan. Edukasi tersebut bertujuan mendekatkan masyarakat perkotaan dengan kondisi hutan dan ekosistem mata air di kawasan hulu.

Jaga Semesta juga tengah memperkuat SpringHub, sebuah platform digital untuk pemantauan mata air secara partisipatif berbasis sains warga atau citizen science. Platform ini dikembangkan untuk membantu masyarakat memetakan dan memantau kondisi hidrologi desa secara real-time.

Melalui perpaduan gotong royong, pengetahuan lokal, sains, teknologi, dan keterlibatan generasi muda, Jaga Semesta berupaya membangun gerakan konservasi mata air yang berkelanjutan.

Pemenang Heroes of Tomorrow: UN SDG Action Awards 2026 dijadwalkan diumumkan pada 29 Oktober 2026 di Roma, Italia, pukul 18.00–19.30 waktu setempat. Acara tersebut dijadwalkan dihadiri para pemimpin PBB, perwakilan pemerintah, pembuat kebijakan global, dan aktivis dunia.

Upacara penghargaan dapat disaksikan melalui UN Web TV.

Melalui inisiatif “Pulangkan Air ke Rumahnya”, Jaga Semesta membawa pesan bahwa menjaga ketersediaan air tidak cukup hanya dengan menghemat pemakaian, tetapi juga harus melindungi hutan, tanah, dan mata air sebagai bagian dari ekosistem yang menopang kehidupan.(nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Indeks Keyakinan Konsumen Naik pada Agustus 2026, Porsi Tabungan Menyusut

BRIEF.ID - Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan...

Realisasi Penerimaan Pajak Capai Rp1.6078 Triliun hingga September 2026, Kontrubutor Terbesar PPh Migas

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan realisasi...

IHSG Bertahan di Zona Hijau Ditopang Saham-Saham BUMN

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Akhir Pekan Menguat Imbas Meredanya Ketegangan AS-Iran

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan akhir...