BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk 2,64% dengan hampir 600 saham turun harga pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Kamis (29/10/2026).
Di akhir sesi I perdagangan, IHSG terpantau melemah 139,48 poin atau 2,64% ke level 5.142. Sebelumnya di awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 22,89 poin atau 0,43% ke posisi 5.305.
Sepanjang sesi I perdagangan saham yang berkahir pukul 12:00 WIB, IHSG terpantau lebih banyak bergerak di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 5.320, dan level terendah di 5.135.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 593 saham turun harga, hanya 92 saham naik harga, dan 100 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai14,351 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 803.471 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp5,850 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu tekanan jual terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang masih berlanjut, terutama di sektor keuangan, perindustrian, dan barang baku.
Di sektor keuangan, saham bank nomor 1 di Indonesia, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun tajam hingga 4,2% atau Rp225 menjadi Rp5.050 per lembar. Penurunan harga saham BBCA membuat IHSG terkoreksi 16,03 poin.
Sementara di sektor industri, saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi hingga 3,60% atau Rp180 menjadi Rp4.820 per lembar. Penurunan harga saham ASII membuat IHSG terkikis sebesar 7,34 poin.
DI sektor barang baku, saham Grup Indofood juga mengalami koreksi. Harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 2,16% atau Rp125 menjadi Rp5.650 per lembar, sendagkan PT Indofood SUkses Makmur Tbk (INDF) melemah 1,18% atau Rp75 menjadi Rp6.300 per lembar.
Sementara sentimen luar negeri yang turut menekah IHSG datang dari keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk menahan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00%.
Meski demikian, pernyataan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, bahwa inflasi AS masih tinggi, sehingga tren suku bunga tinggi kemungkinan berlaku dalam jangka waktu lama membuat investor khawatir.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan melemah terbatas dalam rentang cukup lebar, yakni level support 5.100 hingga level resistance 5.350. (Jea)


