BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (2/10/2026) anjlok ke level 5.900 imbas kekhawatiran investor terhadap perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup terkoreksi 0,32% atau 19,30 poin ke level 5.990. Sebelumnya pada awal perdagagan, IHSG dibuka menguat 0,14% atau 8,58 poin ke posisi 6.018.
Sepanjang perdagangan yang berlangsung hingga pukul 12 waktu JATS, IHSG bergerak variatif dengan menyentuh level tertinggi di 6.044, dan level terendah di 5.979.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 404 saham turun harga, 230 saham naik harga, dan 151 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 80,448 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 947.141 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,394 triliun.
Tekanan pada IHSG hari ini dipengaruhi kekhawatiran investor pasca reshuffle kabinet, dimana presiden melantik 18 pejabat menteri, dan wakil menteri, serta kepala badan/lembaga.
Pergantian tersebut membuat investor meningkatkan kehati-hatian terkait kebijakan pemerintah ke depan, di tegah tren inflasi tinggi, dan kenaikan suku bunga acuan.
Sentimen lainnya datang dari perubahan aturan BEI mengenai harga batas bawah efek menjadi Rp1, yang berlaku efektif mulai 28 September 2026.
Hal itu, memicu arus modal keluar (capital outflow), seiring laju imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury, yang membuat rupiah dan IHSG semakin tertekan.
Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari berbagai sektor terpantau mengalami tekanan jual, antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Harga saham TLKM terkoreksi 0,44% atau Rp10 menjadi Rp2.240 per lembar, BBRI merosot 1,29% atau Rp40 menjadi Rp3.060 per lembar, dan PGAS turun 0,36% atau FRp5 menjadi Rp1.375 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih melanjutkan tren melemah dengan bergerak di kisaran level support 5.950 hingga level resistance 6.050. (Jea)


