BRIEF.ID – Perusahaan teknologi antariksa asal Amerika Serikat (AS), SpaceX menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar US$ 135 per lembar menjelang debutnya di Bursa Wall Street.
Dikutip dari Investing.com, Kamis (4/6/2026) perusahaan Space Exploration Technologies Corp. yang dikenal dengan SpaceX telah mengkonfirmasi rencana untuk menjual 555,5 juta lembar saham dengan harga US$ 135 per lembar.
Keputusan ini mencerminkan sebuah langkah yang menggarisbawahi kesediaan Elon Musk untuk menentukan jalannya sendiri di pasar modal. Penawaran itu diperkirakan akan mengumpulkan sekitar US$ 75 miliar, yang akan menjadikannya IPO terbesar dalam sejarah dan menilai SpaceX sekitar US$ 1,75 triliun, menempatkannya di antara 10 perusahaan publik AS yang paling bergengsi.
Langkah ini sangat tidak konvensional, karena penerbit IPO besar AS biasanya menentukan harga hanya setelah mengukur permintaan investor selama proses roadshow. Dengan mengungkapkan harga seminggu sebelumnya, Musk sekali lagi membentuk kembali strategi IPO.
IPO ini akan memberi investor publik kesempatan langka untuk berinvestasi dalam visi Musk untuk ruang angkasa, komunikasi satelit, dan kecerdasan buatan melalui SpaceX, yang telah menjadi pusat kerajaan bisnis orang terkaya di dunia.
SpaceX dijadwalkan memulai roadshow investornya pada hari Kamis, dengan penetapan harga final pada 11 Juni 2026 dan perdagangan di Nasdaq diperkirakan akan dimulai pada hari berikutnya.
Selain pengumuman harga awal, Musk telah memperkenalkan beberapa penyimpangan lain dari praktik IPO standar, termasuk rencana untuk mengalokasikan porsi saham yang lebih besar kepada investor ritel, berupaya untuk lebih cepat masuk ke indeks saham utama, dan mempertahankan struktur tata kelola yang menjaga kendali pendiri yang signifikan. (nov)


