BRIEF.ID – Harga emas di pasar spot naik tipis pada Kamis (11/6/2026) menyusul penurunan harga minyak di tengah laporan negosiasi damai AS-Iran yang kini berlangsung. Negosiasi ini berpotensi meredakan kekhawatiran atas lonjakan inflasi akibat energi dan kenaikan suku bunga bank sentral.
Pada pukul 16:29 WIB, emas spot naik sebesar 0,2% ke level US$ 4.079,70 per troy ons, setelah sempat tergelincir ke level terendah dalam lebih dari enam bulan. Kontrak berjangka emas turun 0,8% ke US$ 4.100,65 per troy ons.
AS dan Iran melanjutkan negosiasi mengenai kemungkinan kesepakatan damai meskipun keduanya saling melancarkan serangan udara, demikian dilaporkan CNN, pada Kamis (11/6/2026).
Sementara itu, Washington dan Teheran masih dalam pembicaraan mengenai kesepakatan awal, termasuk mekanisme yang akan mencairkan dana Iran yang dibekukan, dilaporkan Reuters mengutip sumber-sumber Iran. Upaya untuk mencapai kesepakatan semakin intensif, demikian ditambahkan dalam laporan itu.
Di sisi lain, ketidakpastian terus menyelimuti pembicaraan Washington dan Teheran, di mana Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Iran jika negara itu tidak segera menerima kesepakatan damai.
AS menyerang sejumlah target militer di Iran pada Rabu (10/6/2026) malam hingga Kamis (11/6/2026) dini hari, demikian disampaikan Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan, yang menyebut serangan tersebut sebagai “pertahanan diri” menyusul jatuhnya helikopter Amerika di dekat Selat Hormuz pekan ini.
Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS dan sekutunya di Teluk, dengan ledakan terdengar di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Selain itu, Iran juga menyatakan telah memblokir seluruh lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, sebuah klaim yang dibantah oleh CENTCOM. Permusuhan terbaru ini terjadi setelah AS dan Iran secara bergantian melancarkan serangan selama dua pekan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan yang lebih luas di kawasan itu. (nov)


