BRIEF.ID – Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia masih mengacu pada penyesuaian yang diberlakukan sejak 1 Juli 2026. Hingga Jumat (24/7/2026), PT Pertamina (Persero) bersama badan usaha swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo belum melakukan perubahan harga baru.
Untuk BBM bersubsidi, pemerintah mempertahankan harga Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter.
Sementara itu, sejumlah BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tetap menggunakan harga yang telah diturunkan pada awal Juli sebagai respons terhadap perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Di wilayah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga BBM Pertamina adalah sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Biosolar: Rp6.800/liter
- Pertamax: Rp16.250/liter
- Pertamax Green 95: Rp17.000/liter
- Pertamax Turbo: Rp19.300/liter
- Dexlite: Rp19.700/liter
- Pertamina Dex: Rp21.150/liter
Meski demikian, pasar energi global dibayang-bayangi ketidakpastian. Harga minyak dunia melonjak setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bahkan minyak Brent sempat menembus US$100 per barel. Kenaikan ini berpotensi memengaruhi kebijakan harga BBM nonsubsidi pada periode penyesuaian berikutnya.
Pemerintah dan Pertamina diperkirakan akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi pasokan energi sebelum memutuskan perubahan harga BBM pada bulan berikutnya. (nov)


