BRIEF.ID – Gempa yang mengguncang Venezuela dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia dalam jangka pendek.
Jarak geografis yang jauh serta minimnya keterkaitan langsung antara aktivitas ekonomi kedua negara membuat potensi efek langsung ke Indonesia relatif terbatas.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan hingga saat ini belum terlihat adanya transmisi dampak yang berarti terhadap Indonesia akibat bencana tersebut.
Menurutnya, dampak ekonomi baru berpotensi muncul apabila gempa menyebabkan kerusakan pada fasilitas energi, khususnya infrastruktur minyak yang menjadi salah satu sektor strategis Venezuela.
“Sejauh pengamatan saya, dampak yang berarti dan signifikan dalam jangka pendek tidak ada. Venezuela dan negara-negara di sekitarnya yang terdampak juga sangat jauh secara geografis dari Indonesia,” ujar Faisal kepada Brief di Jakarta, Kamis (25/6).
Dia menjelaskan, risiko terhadap Indonesia lebih mungkin terjadi melalui jalur tidak langsung, yakni apabila gempa mengganggu produksi maupun distribusi minyak dunia. Pasalnya, Venezuela dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Jika fasilitas produksi, kilang, atau jaringan distribusi minyak mengalami kerusakan, pasokan minyak global berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya berdampak pada negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.
“Kalau gempa menghancurkan fasilitas atau infrastruktur minyak, maka suplai minyak dunia bisa terganggu cukup signifikan. Akibatnya harga minyak akan meningkat dan dampaknya dapat dirasakan Indonesia sebagai negara net importir minyak,” katanya.
Namun, berdasarkan perkembangan informasi yang dipantau sejauh ini, tidak terdapat laporan yang menunjukkan adanya kerusakan pada infrastruktur minyak Venezuela akibat gempa tersebut.
Karena itu, Faisal menilai potensi kenaikan harga minyak dunia akibat bencana tersebut masih sangat terbatas. Dengan tidak terganggunya pasokan energi, transmisi dampak ke Indonesia melalui jalur harga komoditas juga diperkirakan tidak akan terjadi.
“Nah, dari pemantauan berita yang ada, infrastruktur minyak sepertinya tidak terdampak. Jika memang demikian, maka tidak ada transmisi dampak melalui kenaikan harga minyak akibat gempa ini,” ujarnya.
Menurut Faisal, perkembangan situasi di Venezuela tetap perlu dipantau, terutama terkait kondisi sektor energi yang memiliki pengaruh besar terhadap pasar minyak global. Namun untuk saat ini, gempa tersebut belum menjadi faktor yang perlu dikhawatirkan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, Indonesia memang sensitif terhadap gejolak harga minyak dunia. Kendati demikian, selama tidak terjadi gangguan terhadap pasokan global, dampak ekonomi dari gempa Venezuela diperkirakan akan tetap terbatas. (ayb)


