Gelombang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Berujung Pengunduran Diri Presiden Serbia  

BRIEF.ID – Presiden Serbia Aleksandar Vucic, pada Sabtu (27/6/2026) mengumumkan segera mengundurkan diri,  dalam beberapa pekan ke depan. Ia juga menyerukan penyelenggaraan pemilihan presiden dan parlemen lebih awal. Pengumuman itu disampaikan dalam sebuah rapat umum pendukung pemerintah di ibu kota, Belgrade.

“Saya hanya akan menjadi presiden selama beberapa pekan, dan kemudian saya akan mengundurkan diri,” kata Vucic kepada para pendukungnya dalam sebuah rapat umum di Belgrade. Masa jabatan keduanya dan terakhir seharusnya berakhir pada pertengahan tahun 2027.

Dikutip dari Euronews.com, Minggu (28/6/2026), Vucic yang telah memimpin Serbia sebagai perdana menteri dan kemudian presiden selama sekitar 12 tahun, mengatakan masa jabatannya sebagai presiden akan berakhir lebih cepat dari jadwal semula. Ia juga menyatakan akan membantu partainya, Serbian Progressive Party, menghadapi pemilu mendatang.

Keputusan pengunduran diri muncul setelah sekitar 18 bulan terjadi gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang dipimpin mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil.

Aksi protes dipicu oleh runtuhnya atap kanopi stasiun kereta di kota Novi Sad pada 2024 yang menewaskan 16 orang. Banyak demonstran menilai tragedi itu mencerminkan korupsi dan buruknya tata kelola proyek infrastruktur pemerintah.

Para pengunjuk rasa juga menuduh pemerintah semakin otoriter, membatasi kebebasan media, dan menyalahgunakan kekuasaan. Vucic membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa pemerintah telah menjalankan berbagai reformasi.

Meskipun mengumumkan akan mundur dari jabatan presiden, Vucic tidak menutup kemungkinan kembali ke pemerintahan sebagai perdana menteri apabila partainya memenangkan pemilu mendatang. Sejumlah analis menilai langkah tersebut dapat membuatnya tetap menjadi tokoh paling berpengaruh dalam politik Serbia, meskipun tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.

Pengunduran diri Vucic diperkirakan akan menjadi salah satu peristiwa politik paling penting di kawasan Balkan tahun ini. Hasil pemilu mendatang akan menentukan arah hubungan Serbia dengan Uni Eropa, sekaligus posisinya dalam menjaga hubungan dekat dengan Rusia dan Tiongkok. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Ingin Biaya Haji 2027 Lebih Murah dan Antrean Turun Jadi 14 Tahun

BRIED.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Haji dan...

Penyelenggaraan Ibadah Haji, Pemerintah Temukan 400 Ribu Data Jemaah Tak Valid

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan audit forensik...

Pelatihan PMI Batch 2 2026, Lulusan SMK hingga S2 Bisa Daftar Tanpa Kartu Kuning

BRIEF.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka...

Skenario Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jelang Lawan Malaysia

BRIEF.ID – Tim Nasional Indonesia menjaga peluang melaju ke...