BRIEF.ID – Federasi Sepak Bola Belgia menantang keputusan FIFA yang mengizinkan penyerang Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, tampil pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026, setelah hukuman larangan bermainnya dicabut.
Keputusan FIFA itu diambil setelah Presiden AS Donald Trump menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan kembali atas kartu merah yang diterima Balogun pada pertandingan sebelumnya.
Federasi Sepak Bola Belgia menyatakan keberatan terhadap keputusan itu dan meminta FIFA memberikan penjelasan resmi mengenai dasar hukum serta prosedur yang digunakan untuk membatalkan skors otomatis akibat kartu merah.
Menurut federasi itu, seluruh peserta Piala Dunia harus diperlakukan secara setara berdasarkan peraturan disiplin yang berlaku. Mereka menegaskan bahwa setiap perubahan terhadap sanksi disiplin harus dilakukan secara transparan dan melalui mekanisme yang jelas.
“Kami meminta kejelasan mengenai proses pengambilan keputusan ini demi menjaga integritas kompetisi,” demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Belgia.
Kontroversi semakin menguat setelah Trump menyatakan secara terbuka bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Infantino untuk meminta peninjauan atas keputusan wasit. Trump berpendapat kartu merah terhadap Balogun tidak layak diberikan, namun menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA.
Bagi Belgia, persoalan tersebut bukan semata mengenai kelayakan kartu merah yang diterima Balogun, melainkan mengenai konsistensi penerapan regulasi FIFA terhadap seluruh negara peserta.
Federasi Sepak Bola Belgia kini menunggu penjelasan resmi dari FIFA dan sedang mempelajari berbagai opsi yang dapat ditempuh apabila penjelasan tersebut dinilai tidak memadai.
“Sebagai satu-satunya tanggapan, FIFA mengirimkan surat kepada Federasi Sepak Bola Belgia, yang menyatakan bahwa mereka menganggap korespondensi ini sebagai bentuk banding, bahwa seorang hakim telah ditunjuk, dan bahwa Federasi Sepak Bola Belgia hanya memiliki beberapa jam untuk menyelesaikan banding itu, demikian pernyataan FIFA dikutip dari Associated Press, Senin (6/7/2026).
Federasi Sepak Bola Belgia bersikeras bahwa peraturan FIFA menyatakan bahwa keputusan yang beralasan harus terlebih dulu dikomunikasikan kepada pemohon banding.
“Sementara Federasi Sepak Bola Belgia hanya mencari penjelasan yang sah, FIFA menciptakan banding dan segera memastikan bahwa banding tersebut akan dinyatakan tidak dapat diterima. Semua ini terjadi sementara FIFA secara bersamaan menolak untuk menanggapi permintaan sah Federasi,” demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Belgia.
Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar di Piala Dunia 2026 karena memunculkan pertanyaan mengenai independensi proses disiplin FIFA di tengah sorotan atas dugaan adanya pengaruh politik terhadap pengambilan keputusan olahraga internasional. (nov)


