DPR Minta Pengganti Perry Warjiyo Jaga Independensi Bank Indonesia

BRIEF.ID – Anggota Komisi XI DPR Marwan Jafar mengimbau calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan menggantikan Perry Warjiyo harus mampu menjaga independensi bank sentral.

Menurutnya, kemandirian BI merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas moneter dan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia karena alasan kesehatan. Untuk sementara, kata Marwan, kepemimpinan BI dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti yang ditunjuk sebagai Pjs Gubernur BI, hingga pemerintah dan DPR menetapkan gubernur definitif.

Marwan mengatakan keputusan Perry Warjiyo untuk mundur patut dihormati. Namun, proses suksesi kepemimpinan di BI harus tetap mengedepankan kepentingan nasional dengan memastikan figur yang terpilih memiliki integritas dan mampu menjaga independensi lembaga.

“Keputusan Perry Warjiyo mengundurkan diri harus dihormati. Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia harus mampu menjaga independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan undang-undang. Independensi Bank Indonesia bukan sekadar prinsip kelembagaan, tetapi prasyarat agar kebijakan moneter dapat diambil secara objektif,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/8).

Marwan mengingatkan bahwa independensi Bank Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999. Menurutnya, ketentuan tersebut dibuat agar kebijakan moneter tidak dipengaruhi kepentingan politik jangka pendek dan tetap berorientasi pada stabilitas ekonomi nasional.

Dia menilai peran Bank Indonesia sangat strategis dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas nilai rupiah, serta menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.

“BI sebagai bank sentral mempunyai peran vital untuk memastikan pengelolaan moneter dikelola secara profesional demi stabilitas ekonomi sehingga target pertumbuhan ekonomi dicapai secara berkualitas,” katanya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu menilai independensi dan kredibilitas Bank Indonesia tidak boleh dikompromikan. Menurut Marwan, jika kepercayaan terhadap bank sentral menurun, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh pasar keuangan maupun perekonomian nasional.

Marwan menyebut melemahnya kredibilitas BI berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan, memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga mengurangi kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Maka dari itu, Marwan meminta proses pemilihan gubernur definitif dilakukan secara profesional dengan mengutamakan rekam jejak, kompetensi, dan integritas calon.

“Karena itu, proses pemilihan gubernur definitif harus mengedepankan nilai-nilai profesionalisme, integritas, kompetensi, dan kepentingan nasional. Sosok yang dipilih harus mampu menjaga kredibilitas Bank Indonesia di mata masyarakat maupun pelaku ekonomi global,” ujarnya.

Marwan juga berharap proses pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia berlangsung tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.

Menurut eks Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu, kesinambungan kebijakan moneter menjadi faktor penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi banyak negara berkembang.

Ia menekankan, kepemimpinan baru Bank Indonesia harus mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan kebijakan moneter tetap berjalan konsisten demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Bergerak Variatif, BI Optimalkan Triple Intervensi di Pasar Valas

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak variatif, dan...

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, KBRI Tokyo Pastikan Seluruh WNI Aman

BRIEF.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang....

Prabowo: Indonesia Diproyeksikan Jadi Ekonomi Terkuat Keempat Dunia, 25 Tahun Mendatang

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menyatakan seluruh pakar ekonomi...

Prabowo Pimpin Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda XXXIII IPDN 2026 di Jatinangor

SUMEDANG, 29 Juli 2026 — Presiden Prabowo Subianto memimpin...