BRIEF.ID – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 pada hari ini, Selasa (29/9/2026).
Dalam Rapat Paripurna yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 10:00 WIB, Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, akan hadir untuk mewakili pemerintah.
Rapat Paripurna Pengesahan RAPBN 2027 dilakukan setelah pemerintah bersama DPR RI menyepakati asumsi makro dan sasaran pembangunan dalam RAPBN 2027.
Selama pembahasan, sejumlah asumsi makro ekonomi berubah dari usulan pemerintah, antara lain target tingkat kemiskinan ekstrem dan rasio gini.
Tingkat kemiskinan ekstrem adalah kondisi ketika seseorang atau sekelompok masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum untuk bertahan hidup, sepergti makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, dan akses informasi.
Sementara itu, rasio gini atau koefisien gini adalah alat statistik yang digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau kekayaan di suatu wilayah. Semakin kecil angka rasio gini, maka tingkat kesetaraan yang diraih telah terjadi sepenuhnya di wilayah tersebut.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan pemerintah dan DPR sepakat mematok target tingkat kemiskinan ekstrem nasional pada 2027 dalam rentang 0%-0,5% dari sebelumnya ditetapkan 0% dalam Nota Keuangan RAPBN 2027.
Sementara gini ratio dalam satuan indeks, yang sebelumnya berada di rentang 0,362%-0,367% sesuai pengajuan pemerintah disepakati berubah menjadi 0,360%-0,365%.
Berikut Asumsi Makro dan Sasaran Pembangunan RAPBN 2027 yang telah disepakati pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI, untuk disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI hari ini:
• Pertumbuhan Ekonomi: 6,0%
• Inflasi: 2,5%
• Nilai tukar rupiah: Rp17.500/US$
• Suku bunga SBN 10 tahun: 6,9%
• GNI per Kapita (US$): 5,8 -5,84
• GNI per Kapita (Rp Juta): 98,5-99,22
• Penurunan Intensitas Emisi GRK (%): 39,57
• Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (Indeks: 76,84)
• Tingkat kemiskinan: 6,0–6,5%
• Tingkat kemiskinan ekstrem: 0–0,5%
• Rasio Gini: 0,360–0,365
• Tingkat Pengangguran Terbuka: 4,30–4,87%
• Indeks Modal Manusia: 0,575
• Indeks Kesejahteraan Petani: 0,8038
• Nilai Tukar Petani (NTP): 126–128
• Nilai Tukar Nelayan (NTN): 106–110
• Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81%
• Penciptaan lapangan kerja baru 2027: 2,57–3,49 juta orang. (Jea)


