BRIEF.ID – Divisi Xbox milik Microsoft Corp berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada Juli 2026, demikian menurut laporan Bloomberg, yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui strategi perusahaan.
PHK tersebut diperkirakan akan terjadi tak lama setelah penutupan tahun fiskal Microsoft pada 30 Juni 2026, jelas sumber itu.
Dalam sebuah email kepada karyawan yang dilayangkan Rabu (10/6/2026), CEO Asha Sharma menulis bahwa bisnis perusahaan itu telah anjlok ke “accountability margin” sebesar 3%, yakni metrik yang digunakan Microsoft untuk mencerminkan margin keuntungan.
“Di luar Activision Blizzard King, selama lima tahun terakhir, kami telah menghabiskan lebih dari US$ 20 miliar untuk investasi berkelanjutan pada konten, platform, dan subsidi perangkat keras kami, namun pendapatan tahunan kami telah menurun hampir setengah miliar dolar selama periode tersebut. Ke depan, hal ini tidak bisa terus berlanjut,” tulis Sharma.
Selain itu, Xbox juga berencana memangkas anggaran secara signifikan untuk pemasaran dan beberapa area bisnis lainnya, kata para sumber.
Kebijakan ini akan menjadi perubahan menyeluruh pertama di bawah kepemimpinan Sharma, yang menjabat sebagai chief executive officer Xbox pada Februari 2026.
Sharma menambahkan bahwa Xbox perlu membangun kembali infrastruktur platformnya dan memikirkan ulang portofolionya dalam beberapa minggu dan bulan ke depan.
Penjualan di bisnis perangkat keras Xbox telah anjlok, gagal menghadirkan game-game hit secara konsisten, dan popularitas layanan berlangganannya, Game Pass, telah stagnan.
Di bawah tekanan dari perusahaan induknya untuk meningkatkan margin, Xbox telah menghabiskan dua tahun terakhir dengan menutup studio, membatalkan game, dan menaikkan harga. Dalam beberapa tahun terakhir, Xbox telah merilis sebagian besar perangkat lunaknya di konsol pesaing dari PlayStation milik Sony Group Corp. dan Nintendo Co, yang membantu game seperti Indiana Jones dan Forza Horizon menjangkau audiens yang jauh lebih besar. (nov)


