BRIEF.ID – Perusahaan SpaceX menerima peringkat kredit layak investasi (investment-grade) dari Moody’s Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings, mengutip laporan Bloomberg, Kamis (11/6/2026).
Peringkat ini dapat membantu perusahaan milik Elon Musk itu untuk menekan biaya pendanaan seiring perusahaan terus menggalang dana pembiayaan pasca penawaran umum perdana (IPO).
IPO SpaceX, yang diproyeksi akan mengumpulkan dana sekitar US$ 75 miliar, dijadwalkan ditetapkan harganya pada hari Kamis (11/6/2026) dan mulai diperdagangkan pada hari berikutnya. SpaceX memiliki utang jangka panjang sebesar US$ 29,1 miliar per 31 Maret 2026, berdasarkan pengajuan IPO kepada Securities and Exchange Commission.
Analis CreditSights memperkirakan akan ada penawaran utang segera setelah IPO. SpaceX memiliki pinjaman jembatan (bridge loan) senilai US$ 20 miliar yang akan jatuh tempo pada September 2027, yang merupakan bagian terbesar dari utang jangka panjang perusahaan.
Perusahaan teknologi, transportasi luar angkasa, dan telekomunikasi itu juga diwajibkan untuk menggunakan hasil dari pembiayaan utang tertentu dan IPO guna melunasi setidaknya sebagian dari pinjaman jembatan senilai US$ 20 miliar dalam waktu enam bulan setelah penerimaan dana, sesuai dengan pengajuan IPO-nya.
Sebagian besar pinjaman digunakan untuk melunasi utang berbunga tinggi berkualitas rendah (junk debt) milik perusahaan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) milik Musk.
Perusahaan ini telah mengisyaratkan dalam pengajuan IPO-nya bahwa statusnya sudah layak investasi, dengan menyatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk mempertahankan peringkat kredit layak investasi.
Masih belum jelas jenis peringkat utang seperti apa yang akan dianggap layak investasi bagi SpaceX, termasuk apakah hal itu berlaku untuk peringkat utang yang dijamin (secured ratings). (nov)


