Browsing Category

Weekly Brief

Weekly Brief

Pemerintah Resmi Tetapkan Jadwal Flight LCC Dengan Tarif Separuh Harga TBA

July 9, 2019

Jakarta, 9 Juli 2019 – Pemerintah Indonesia kembali mengadakan rapat Koordinasi Lanjutan mengenai upata penurunan Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat bersama sejumlah pihak terkait. Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan pada Senin (8/7).

Rapat tersebut merupakan tindakan lanjut rapat pada 1 Juli lalu, ketika pemerintah dan maskapai sepakat menentukan besaran penurunan harga tiket pesawat Low Cost Carrier (LCC) sebesar 50 persen dari tarif batas atas pada hari dan jam tertentu.

“Penerbangan murah disediakan oleh pemerintah untuk jadwal keberangkatan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00 s.d. 14.00 untuk penerbangan LCC domestik tipe pesawat jet, dengan memberikan penurunan tarif 50% dari TBA LCC, untuk alokasi seat 30% dari total kapasitas pesawat,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono.

Kebijakan yang ditetapkan pemerintah guna menyediakan penerbangan murah LCC domestik jadwal tertentu, adalah sebagai berikut.

1. Jadwal Flight:

a. Untuk Citilink sejumlah 62 flight per hari (selasa, kamis, dan sabtu) dengan total saat ini 3.348 seat.

b. Untuk Lion Air Group sejumlah 146 flight per hari (selasa, kamis, dan sabtu) dengan total saat ini 8.278 seat.

2. Kebijakan ini akan mulai efektif pada hari kamis tanggal 11 Juli 2019

3. Rute penerbangan yang ditetapkan sebagai penerbangan murah ini akan mengikuti mekanisme izin rute dari Dirjen Perhubungan udara

4. Pengawasan atas kebijakan ini akan dilaksanakan oleh Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan

5. Untuk mengawal pelaksanaan kebijakan ini akan dilakukan rapat pengawasan dan monitoring secara periodik.

“Ini bentuk komitmen pemerintah untuk menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat,” tutup Susiwijono

Weekly Brief

Blusukan di Jendela Indonesia Manado, Presiden Jokowi Lihat Potensi Besar Pariwisata Sulawesi Utara

July 5, 2019

Pada kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019, Presiden Joko Widodo mendengar ada banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di provinsi tersebut. Tampaknya, hal tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu Presiden akan destinasi wisata yang dimaksud.

Kurang lebih pada pukul 21.00 WITA Kepala Negara memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Kepala Negara juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata.

“Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- _backup_ oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden mengenai kunjungannya itu.

Jendela Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado.

“Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kepala Negara.

Melalui kunjungannya malam ini, Presiden melihat adanya potensi yang sangat besar bagi objek wisata tersebut untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah, bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu.

“Ternyata peminatnya (wisatawan) sangat banyak. Seiring dengan itu, fasilitasnya jangan terlambat diperbaiki,” tuturnya.

Presiden sendiri bersama jajaran terkait rencananya akan membicarakan lebih detail mengenai segala urusan yang berkaitan dengan pariwisata di Sulawesi utara.

“Mungkin besok sebelum terbang ke Jakarta kita mau rapat terbatas untuk urusan tata ruang yang menghambat. Harus diselesaikan,” ucapnya.

“Jangan sampai regulasi-regulasi yang ada itu tidak memberikan kecepatan, tapi malah menghambat keputusan-keputusan lapangan,” Presiden menambahkan.

Turut mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Staf Khusus Presiden Johan Budi, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Weekly Brief

80 Juta Bidang Tanah Belum Bersertifikat?

July 5, 2019

Manado, 5 Juli 2019 – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyatakan ada 126 juta sertifikat yang seharusnya di berikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Namun pada tahun 2015 baru 46 juta sertifikat tanah yang diterbitkan, sehingga masih ada 80 juta bidang tanah yang belum bersertifikat.

“Dulu (dalam) setahun sertifikat ini keluarnya, produksinya, hanya 500 ribu. Artinya apa? Bapak dan Ibu harus tunggu 160 tahun untuk dapat sertifikat. Mau?,” ujar Joko Widodo pada Kunjungan Kerja di Sulawesi Utara, Kamis (4/7).

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, di tahun 2015 pemerintah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dengan memegang bukti hak hukum atas tanah, diharapkan sengketa lahan bisa dikurangi.

“Kalau tidak pegang sertifikat, ada orang klaim sertifikat atau tanah kita, waduh di pengadilan kalah (kalau) enggak pegang ini, hati-hati. Kalau hilang yang asli masih punya fotokopi. Kalau hilang yang fotokopi masih ada yang asli. Jadi mengurusnya mudah ke kantor BPN.”

Sementara itu, Joko Widodo mengingatkan agar masyarakat lebih cermat dalam berhitung jika mereka ingin menggunakan sertifikat tanahnya sebagai agunan atau jaminan untuk meminjam uang ke bank. Ia pun berharap masyarakat bisa bijak dalam menggunakan uang pinjamannya tersebut.

“Jangan sampai yang namanya uang pokok pinjaman ini dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan kenikmatan. Pakai semuanya untuk modal investasi, modal usaha, modal kerja. Jangan ke mana-mana dulu. Mau beli sepeda motor, beli mobil, lupakan dulu,” tuturnya.

Weekly Brief

Membuka Ruang Investasi Migas untuk Tingkatkan Eksplorasi

July 4, 2019

Jakarta, 4 Juli 2019 – Melihat masih tingginya peran energi fosil bagi ketahanan energi di masa mendatang, upaya meningkatkan eksplorasi minyak dan gas bumi menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pemerintah perlu meningkatkan iklim investasi yang baik sehingga dapat mengundang investor migas global masuk dengan tetap menghormati kesucian kontrak (contract sanctity) yang telah disepakati sebelumnya.

Berdasarkan Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN) 2015 – 2050, kebutuhan minyak mentah nasional tercatat terus meningkat. Pada 2025, diproyeksi kebutuhan minyak mencapai sebesar 2,196 juta BOPD dan melesat menjadi 4,619 juta BOPD pada 2050. Dengan pertumbuhan konsumsi energi seperti itu, tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan pasokan energi fosil tetap menjadi isu sentral.

Dalam RUEN juga dijelaskan bahwa 60% – 70% bauran energi nasional masih akan didominasi oleh energi fosil, meskipun kontribusi energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2025 ditargetkan menjadi lebih dari 23%, dan naik lagi menjadi lebih dari 31% pada tahun 2050. Penggunaan energi fosil dan terbarukan saling melengkapi dan tidak dapat mengandalkan satu sumber saja.

Namun, kondisi investasi hulu migas masih belum menunjukan pencerahan yang diharapkan. Dalam sepuluh tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Kinerja Ditjen Migas 2018, puncak investasi hulu migas terjadi di 2013 dan 2014 yang mencapai USD 20,384 miliar dan USD 20,380 miliar. Sementara tahun lalu, investasi hulu migas tercatat merosot jauh menjadi USD 11,995 miliar.

Masih dalam kurun waktu yang sama, rata-rata pencapaian realisasi adalah 76% dari prognosa work plan and budget (WP&B) awal tahun. Jika dilihat pada 2010 – 2014, terjadi kenaikan harga minyak dunia kemudian dilanjutkan sepanjang 2015 terjadi penurunan signifikan harga minyak mentah sampai akhirnya menyentuh level terendah sebesar USD 27 per barrel pada Januari 2018.

Faktor internal dan eksternal punya peranan untuk mendorong ataupun menghambat datangnya arus modal masuk ke Tanah Air. Dari faktor eksternal, salah satunya kita melihat dinamika harga minyak dunia yang mempengaruhi investor migas global untuk selektif memilih proyek migas di berbagai negara berdasarkan tingkat keekonomian proyek yang ada.

Sementara dari sisi internal, Pengamat Migas Pri Agung Rakhmanto dari Reforminer Institute menilai kata kunci yang perlu menjadi perhatian untuk menghadirkan investasi hulu migas adalah kualitas regulasi berdaya saing global.

“Mungkin kita telah banyak melakukan deregulasi, tapi mungkin juga belum kompetitif. Nah, bagaimana dapat menarik eksplorasi, salah satunya fleksibilitas lebih ditingkatkan. Dampak eksplorasi yang paling konkret adalah ketahanan energi itu sendiri,” ungkapnya.

Dia menyarankan, Pemerintah sebaiknya lebih membuka diri kepada investor agar mereka berminat melakukan eksplorasi. Salah satu caranya, bisa saja dengan memberikan opsi skema kontrak yang ada.

“Harusnya kita membuka ruang, tidak terpaku pada pola yang lama. Semisal production sharing contract/PSC konvensional diterapkan, antara eksplorasi dan eksploitasi bisa menjadi kesatuan ataupun dipisah. Esensinya kita harus berani keluar dari pola yang sudah dijalankan saja,” kata Pri Agung.

Pemerintah juga diharapkan tidak banyak menghasilkan kebijakan yang justru berpotensi mengganggu kesepakatan kontrak yang disepakati sebelumnya. Selain itu, dalam menerbitkan kebijakan, Pemerintah perlu memperhatikan apakah hal tersebut akan menarik bagi investor atau justru sebaliknya.

Dalam Laporan Kinerja Ditjen Migas 2018 memang disebutkan bahwa, faktor internal yang mempengaruhi realisasi penandatanganan wilayah kerja migas adalah faktor terms and conditions yang dinilai kurang menarik.

Weekly Brief

Pelindo III Gelontorkan Dana Rp17,5 Miliar Untuk CSR

July 2, 2019

Denpasar (2/7) – BUMN Pelindo III hingga Juni 2019 telah menggelontorkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) total sebesar Rp 17,5 miliar untuk masyarakat di sekitar pelabuhan di tujuh propinsi yang dikelolanya. Dana bantuan tersebut dibagi dalam dua program yaitu Program Bina Lingkungan sebesar Rp 12,5 miliar untuk membantu berbagai kebutuhan sosial masyarakat di berbagai bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga budaya. Berikutnya yaitu Program Kemitraan sebesar Rp 5 miliar. Jumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menjadi mitra binaan Pelindo III total 2.800 dan tersebar di 7 provinsi.

Contoh Program Kemitraan Pelindo III di antaranya yaitu disalurkan di Bali pada Kamis (27/6) lalu, berupa pinjaman lunak sebagai suntikan modal kerja untuk 13 UKM milik warga di sekitar Pelabuhan Benoa yang dikelola Pelindo III. “Ada 13 home industry penerima bantuan yang bergerak di bidang perikanan dan jasa perdagangan. Kebanyakan berasal dari Kabupaten Badung dengan total nilai bantuan sebesar Rp 1,06 miliar,” kata I Wayan Eka Saputra, CEO Pelindo III Regional Banyuwangi, Bali, Nusa Tenggara, Kamis (27/6).

Ia menjelaskan, sebelum menjadi mitra binaan Pelindo III dan mendapatkan bantuan, para UKM mengikuti seleksi di Kantor Pelindo III Pelabuhan Benoa. Tahap pertama adalah pengajuan proposal, yang dilanjutkan pada tahap seleksi dan survei lalu diusulkan ke Kantor Pusat untuk kemudian diputuskan. Proses tersebut agar keseluruhan hasilnya tepat sasaran dengan diperolehnya mitra-mitra terbaik yang berhak atas dana tersebut.

“Selain menerima pinjaman modal, seluruh mitra usaha Pelindo III juga akan diikutsertakan dalam Pelatihan Kewirausahaan. Dalam pelatihan tersebut akan disediakan mentor sebagai pendukung untuk menjelaskan prinsip-prinsip berwirausaha, sekaligus manajemen keuangan untuk UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Biasanya di dalam pelatihan, para mitra binaan juga diberi kesempatan tanya jawab serta diskusi seputar bidang kewirausahaan sebagai informasi tambahan yang dapat berguna dikemudian hari,” ujarnya.

Untuk Program Bina Lingkungan di Bali disalurkan unutk meningkatkan kondisi sosial masyarakat. Contohnya berupa bantuan pembangunan toilet umum dan balai patok untuk Desa Adat Panglipuran, Kabupaten Bangli merupakan salah satu objek wisata budaya yang masih menjaga tradisi adat istiadatnya dengan baik.

Masih pada pekan yang sama, Selasa (25/6), Pelindo III telah menyalurkan dana bantuan Program Bina Lingkungan untuk warga di sekitar pelabuhannya yang lain, yaitu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Hingga Juni, tercatat Rp 3.1 miliar telah disalurkan di Kota Banjarmasin dan di wilayah lain di Provinsi Kalimantan Selatan. Peruntukannya antara lain sebagai bantuan pendidikan, peningkatan pendidikan, kesehatan, sarana ibadah, pelestarian alam, serta sarana dan prasarana umum,” kata Boy Robyanto, CEO Pelindo III Regional Kalimantan, pada kesempatan terpisah dari Banjarmasin.

Beberapa penerima bantuan bina lingkungan tersebut antara lain SDN Tatah Bangkal, SDN Tatah Layap, SD Islam Al-Fatih, MI Inayatushibyan II, SDN Basirih, Lemabaga Managen Infaq, TK Al-Mukhlisun, MI Darul Falah, TK Kartini Idhata, SMP Negeri 14, SD Muhammadiyah. Kemudian sarana ibadah meliputi Masjid Dhawul Qoryah, Pasraman Widya Pura, Mushalla Al-Fatah, Langgar Darul Hidayah, Masjid Nurul Hidayah, Masjid Nurul Firdaus, Langgar As-Sulam, Langgar Nurul Fitri, Makam Sultan Suriansyah, dan Mushalla Al-Amin. Sarana dan prasarana umum diberikan kepada HAKLI Kota Banjarmasin, Komando Resor Militer dan warga Gang Sederhana. Untuk sarana kesehatan diberikan kepada Puskesmas Pekapuran Raya.

Doso Agung, Direktur Utama Pelindo III dari Surabaya menyampaikan, Pelindo III melihat setiap pelaku UKM merupakan pemangku kepentingan yang juga penting bagi perusahaan. “Setiap pelaku kegiatan ekonomi merupakan stakeholder penting bagi pelabuhan. Karena bisnis pelabuhan akan bertumbuh seiring peningkatan ekonomi hinterland-nya (kawasan di sekitarnya). Begitu pula dengan kualitas hidup dan sosial warga sekitar pelabuhan juga diperhatikan untuk menjaga stabilitas kondisi usaha,” ujarnya.

Weekly Brief

Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Kerja Sama Australia dalam Pendidikan Vokasi

June 30, 2019

Dalam lima tahun ke depan, prioritas pembangunan di Indonesia akan difokuskan pada isu pengembangan sumber daya manusia, termasuk di bidang pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi. Oleh karenanya diharapkan adanya peningkatan kerja sama kedua negara di bidang tersebut.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga membahas kerja sama di bidang ekonomi, khususnya mengenai Pacific Exposition di Auckland.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan Australia terhadap pelaksanaan Pacific Exposition di Auckland Juli 2019,” kata Presiden Jokowi, Sabtu (29/6).

Pelaksanaan eksposisi ini, ucap Presiden Jokowi, akan meningkatkan hubungan ekonomi antar negara – negara Pasifik.

Di awal pertemuan, PM Morrison menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Jokowi yang terpilih kembali pada pemilihan presiden 2019.

“Terima kasih atas ucapan selamat setelah penghitungan suara selesai dilakukan di Indonesia,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan itu juga, Presiden Jokowi menjelaskan tentang Outlook ASEAN Indo-Pasifik yang baru saja disepakati oleh para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-34 ASEAN di Thailand lalu merupakan konsep kerja sama negara-negara sepanjang Samudra Hindia dan Pasifik dalam hal peningkatan kerja sama dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Selain memuat cara pandang, ucap Presiden, prinsip-prinsip Outlook tersebut juga memuat bidang kerja sama yang ingin dilakukan ASEAN dengan mitranya

“Saya menghargai respons positif Australia terhadap ASEAN _Outlook_ tersebut. Saya juga berharap Australia dapat melakukan kerja sama dengan ASEAN dalam berbagai bidang yang ada di dalam Outlook,”ucap Presiden Jokowi.

Weekly Brief

Pesan Ibu Negara pada Simposium Ocean, a Precious Resources for Our Lives

June 30, 2019

Ibu Negara Iriana Joko Widodo berkesempatan menghadiri acara simposium mengenai lingkungan hidup bertema “Oceans – A Precious Resource for Our Lives”. Acara yang diikuti para pendamping pemimpin negara-negara G20 tersebut digelar di _Assembly Hall, Osaka Prefectural Government Office_, Jepang, pada Sabtu, 29 Juni 2019.

Pada kegiatan tersebut, Ibu Iriana memberikan tanggapannya setelah istri PM Vietnam. Ibu Iriana menjelaskan kegiatan penanaman bakau atau mangrove di pantai yang dilakukannya pada saat ia melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten pada 11 Maret 2019 lalu.

Sebelumnya, istri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Emine Erdogan, istri Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Kim Jung-sook, dan istri PM Spanyol Pedro Sánchez, María Begoña Gómez Fernández juga memberikan tanggapannya.

Selain menyampaikan tanggapan, Ibu Iriana dan juga para istri pemimpin negara G20 menuliskan pesan singkat pada secarik kertas berbentuk ikan. “Mari lestarikan laut kita demi anak cucu”, demikian yang dituliskan oleh Ibu Iriana. Rangkaian acara simposium ini diakhiri dengan jamuan makan siang yang bertempat di Seicho Hall.

Weekly Brief

Jokowi, Indonesia Bersatu Untuk Membangun Indonesia Maju

June 28, 2019

Jakarta, 28 Juni 2019 – Setelah menempuh perjalanan yang panjang terkait perselisihan hasil Pemilihan Umum 2019, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak gugatan BPN Prabowo – Sandi. Dengan demikian, proses pesta demokrasi yang telah berlangsung telah usai.

Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan rasa syukurnya terkait hasil keputusan MK dan meminta agar seluruh masyarakat Indonesia tetap menjalin persatuan, untuk membangun Indonesia lebih baik di mata dunia.

“Saya yakin semangat kita sama, yaitu Indonesia yang bersatu untuk membangun Indonesia yang maju, yang mampu bersanding dengan negara-negara besar lainnya, membangun Indonesia yang menang menghadapi kompetisi global yang ketat, dan membangun Indonesia yang unggul, yang membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Joko Widodo dalam pernyataan resmi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis malam, (27/6).

Joko Widodo juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap menjalin persaudaraan satu sama lain dan tetap saling merajut Bhineka Tunggal Ika, walau dari satu sisi masih bertolak belakang dalam berpendapat. Hal ini disampaikannya agar tidak menimbulkan perpecahan antar sesama.

Ditambahkan bahwa Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin, akan bekerja bersama-sama untuk seluruh masyarakat Indonesia dan terus membangun Indonesia menjadi lebih baik untuk lima tahun kedepan.

“Walau pilihan politik berbeda pada saat Pilpres, namun perlu kami sampaikan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih adalah presiden dan wakil presiden bagi seluruh anak bangsa, bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Weekly Brief

Pegadaian Berangkatkan 2.512 Pemudik, Naik 25% Dibanding Tahun Lalu

May 31, 2019

Jakarta, 31 Mei 2019 – Untuk membantu masyarakat merayakan lebaran dengan aman dan nyaman, PT Pegadaian (Persero) memberangkatkan 2.512 pemudik yang dilaksanakan di berbagai kota besar di Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan “BUMN Mudik Bareng Idul Fitri 1440 H Tahun 2019” yang di oleh 104 BUMN yang memberangkatkan lebih dari 250.338 pemudik yang diprakarsai oleh Kementerian BUMN.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian (Persero) Ninis Kesuma Adriani mengatakan bahwa kegiatan mudik bareng BUMN ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri yang rutin dijalankan setiap tahun.

“Pegadaian sebagai salah satu perusahaan BUMN, selalu konsisten untuk hadir membantu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Upaya itu dilakukan dengan menyediakan beragam produk yang memberikan solusi bagi masyarakat yang memerlukan dana, menginvestasikan dana atau transaksi keuangan yang cepat dan aman. Selain ini Pegadaian juga terus membantu masyarakat melalui program-program CSR perusahaan”.

Lebih lanjut Ninis mengatakan bahwa jumlah pemudik yang diberangkatkan Pegadaian tahun ini meningkat 25% lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Pada kegiatan Mudik Bareng Pegadaian 2018 perusahaan memberangkatkan 2.007 orang sedangkan pada tahun ini sebanyak 2.512 orang pemudik.

Peserta mudik Pegadaian diberangkatkan dari berbagai kota seperti Jakarta, Medan, Manado, Palembang, dan Makassar. Pegadaian juga bersinergi dengan PT Pelni untuk 250 pemudik menggunakan kapal laut jurusan Batam-Belawan.

Pemudik dari Jakarta diberangkatkan dari Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero) pada hari Jumat, 31 Mei 2019 pukul 13.30 WIB. Sebanyak 28 bus membawa 1.257 pemudik menuju Malang, Surabaya, Madiun, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Wonogiri, dan Lampung.

Sumarni, pemudik asal Solo menyampaikan terima kasih kepada Pegadaian atas kegiatan mudik bareng yang digelar. Pedagang sayur yang sudah belasan tahun merantau di Jakarta ini merupakan nasabah Pegadaian yang merasa terbantu dengan produk pembiayaan, juga program mudik bareng yang dilakukan.

“Kami bersyukur dan senang dengan program mudiknya Pegadaian. Program ini sangat membantu bagi kami sekeluarga. Pelayanannya juga baik, ramah, dan busnya bagus-bagus. Mudah-mudahan semakin lama semakin banyak bus yang disiapkan sehingga makin banyak pula masyarakat yang terbantu,” ungkapnya dengan wajah berseri-seri.

*Jelang Lebaran Menteri BUMN Menambah Komisaris*

Sementara itu Rabu (29/05/2019) Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham mengangkat Wahyu Wibowo sebagai Komisaris PT Pegadaian (Persero). Surat Keputusan tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pegadaian diserahkan oleh Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, M. Khoerur Roziqin di Kantor Kementerian BUMN.

Dalam sambutannya Roziqin menyampaikan bahwa pengangkatan Wahyu Wibowo ini dimaksudkan untuk mengisi jabatan Anggota Komisaris yang ditinggalkan oleh Bandung Pardede karena telah berakhir masa tugasnya.

“Dengan pengangkatan pak Wahyu Wibowo ini maka kelengkapan organ perusahaan terpenuhi sehingga fungsi pengawasan yang selama ini telah berjalan baik dapat semakin ditingkatkan. Apalagi di tengah kondisi bisnis Pegadaian yang semakin kompleks, maka tim yang solid dan kerjasama yang harmonis menjadi sangat penting dalam pengelolaan perusahaan ke depan,” pungkasnya.

Weekly Brief

Pertamina Pastikan Suplai dan Distribusi Energi Aman

May 28, 2019

Palembang, 28 Mei 2019 – Memasuki 10 hari terakhir puasa dan mulai mendekatinya masa libur lebaran, Pertamina terus memastikan kebutuhan energi masyarakat selama masa arus mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah senantiasa aman.

Mulai dari sisi pengolahan, General Manager Refinery Unit III Plaju, Yosua I. M. Nababan terus memastikan operasional produksi dan stok selalu dijaga. “Kami pastikan tidak ada kendala secara operasional agar ketahanan energi tetap terjaga. Kami juga tergabung dalam Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI), tim on duty management (ODM) juga selalu siap menindaklanjuti laporan harian tim Satgas RAFI,” ujar Yosua.

Untuk produksi kilang RU III Plaju, semua produk dalam keadaan optimal, coverage days (CD) atau ketahanan stok tiap produk juga aman. Berikut data produksi produk RU III Plaju selama Bulan Mei dan ketahanan stok per tanggal 25 Mei 2019

– Premium 275 Million Barrel (MB) dengan CD 15 Hari
– Pertamax 64 MB dengan CD 10 Hari
– Kerosene 147 MB dengan CD 20 hari
– Bio Solar 230 MB dengan CD 7.9 Hari
– Avtur 71 MB dengan CD 20 Hari
– LPG 900 – 1.200 Metrik Ton (MT) dengan CD 2.4 Hari

Sementara itu, dari sisi pemasaran yang berhubungan langsung dengan masyarakat juga sudah menyiapkan ketahanan stok dan distribusi di masa Satgas RAFI yang dimulai 21 Mei 2019 lalu. “Saat masa Satgas RAFI ini kami ingin memastikan ketahanan stok dalam keadaan aman, sehingga distribusi tidak terganggu dan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan libur lebaran dengan nyaman dan tenang,” terang General Manager Marketing Operation Region II Sumbagsel, Primarini.

Jika dilihat per tanggal 25 Mei 2019, stok dan ketahanan produk masih sangat aman. Tim Satgas RAFI setiap harinya juga memonitor perkembangan stok dan realisasi konsumsinya.

– Premium 33.000 Kilo Liter (KL) dengan CD 6 Hari
– Kerosene 260 KL dengan CD 8 Hari
– Bio Solar 38.000 KL dengan CD 4.6 Hari
– Pertamax 23.400 KL dengan CD 6.5 Hari
– Turbo 650 KL dengan CD 20 Hari
– Dex 1.900 KL dengan CD 82 Hari
– Avtur 1.700 KL dengan CD 33 Hari
– LPG 6.800 Metrik Ton (MT) dengan CD 3.6 Hari

Primarini menambahkan, dioperasionalkannya tol Bakauheni hingga Terbanggi Besar, dan tol fungsional Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung juga menjadi perhatian Pertamina agar pemudik tidak kesulitan mencari BBM selama diperjalanan.

“Saat ini kami sudah menyiapkan SPBU Modular dan Kiosk Pertamina Siaga disepanjang ruas tol tersebut. 8 titik SPBU Modular kami siapkan di pintu keluar ASDP Bakauheni, KM 33A, KM 87A, KM 87B, KM 115A, KM 115B, KM 215B, dan KM 234A. Lalu kami juga menyiapkan 8 titik Kiosk Pertamina Siaga di KM 33B, KM 163A, KM 172B, KM 208A, KM 215B, KM 234A, KM 25 Kayuagung, dan Gerbang Tol Palindra,” jelas Primarini.

Selain kesiapan di ruas tol Trans Sumatera, Pertamina juga sudah menyiapkan fasilitas bagi pemudik yang melewati jalur lintas timur, tengah, dan barat Sumatera. Fasilitas itu antara lain adalah 11 Kiosk Pertamina Siaga, 2 Mobil Dispenser, 20 Motoris pengantar BBM Kemasan, dan disediakannya Dex Kemasan di 83 titik SPBU.

Primarini menambahkan kebutuhan LPG juga menjadi prioritas, karenanya untuk LPG disiagakan 300 Agen Siaga LPG 3 Kg, 3.910 Pangkalan Siaga LPG 3 Kg, dan 55 Agen Siaga LPG NPSO juga siap melayani masyarakat selama libur dan lebaran. “Masyarakat tidak perlu khawatir, baik untuk kebutuhan selama di perjalanan mudik maupun ketika sudah di kampung halaman akan kami siapkan, sehingga masyarakat bisa tenang dan nyaman menikmati liburannya. Jika masyarakat butuh informasi terkait BBM, LPG, Pelumas atau produk lainnya, silahkan bisa menghubungi Call Center 135,” imbuhnya.

Selain memaparkan kesiapan menjelang arus mudik dan balik serta libur lebaran, Yosua dan Primarini juga memaparkan beberapa kegiatan lain, seperti Safari Ramadhan, Santunan Anak Yatim, dan kegiatan sosial lainnya.

“Di RU ada santunan anak yatim dan berkunjung ke masjid-masjid disekitar wilayah operasi kami. Untuk MOR yang berbeda adalah kegiatan Takjil Pertamina Siaga di SPBU, Mushola Siaga melakukan bedah mushola, dan Berbuka bersama Usaha Mikro dan Komunitas (BEDUK) Bright Gas. Secara total setidaknya Pertamina RUMOR 32 sudah menyantuni 960 anak yatim dan memberikan bantuan dana sebesar Rp 525 juta. Mudah-mudahan bantuan dan kegiatan ini senantiasa bermanfaat dan menjadi berkah baik bagi yang diberikan maupun Pertamina,” tutup Yosua dan Primarini.