Browsing Category

Weekly Brief

News Weekly Brief

Ini Rute yang Terkena Perpanjangan Sistem Ganjil Genap

August 7, 2019

Jakarta – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengumumkan sistem ganjil genap akan di perpanjang. Perpanjangan sistem tersebut berlaku untuk ruas jalan baru.

“Uji Coba pelaksanaan ganjil genap mulai 12 Agustus sampai 6 September (2019). Kemudian koridor yang berlaku saat ini, tetap permanen pemberlakuannya,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/8).

Dijelaskan bahwa durasi ganjil genap tetap menggunakan sistem dua periode. Tapi pada periode kedua, sistem tersebut akan ditambah selama satu jam.

Pada periode pertama yakni pagi haru, sistem ganjil genap berlaku mulai pukul 06.00 – 10.00 WIB. Sedangkan periode kedua pada sore harinya di mulai pukul 16.00 – 20.00 WIB.

Sementara itu, Syafrin menegaskan bahwa sistem ganjil genap hanya berlaku untuk kendaraan roda empat dan tidak berlaku untuk kendaraan roda dua. “Motor tidak diberlakukan ganjil genap. Demikian halnya dengan kendaraan listrik.

Berikut aturan sistem ganjil genap:

Waktu
– Senin s.d Jumat kecuali hari libur nasional
– Pukul 06.00 – 10.00 WIB & 16.00-21.00 WIB
– Kendaraan nomor pelat ganjil beroperasi pada tanggal ganjil, kendaraan nomor pelat genap beroperasi pada tanggal genap.

Ruas jalan ganjil genap (Gage)

(Perluasan Kawasan Gage)
1. JL. Pintu besar Selatan
2. JL. Gajah Mada
3. JL. Hayam Wuruk
4. JL. Majapahit

(Gage Saat ini)
5. JL. Medan Merdeka Barat
6. JL. M.H Thamrin
7. JL. Jenderal Sudirman

(Perluasan Kawasan Gage)
8. JL. Sisingamangaraja
9. JL. Panglima Polim
10. JL. Fatmawati (mulai simpang JL. Ketimun 1 sampai dengan simpang JL. TB Simatupang)
11. JL. Suryopranoto
12. JL. Balikpapan
13. JL. Kyai Caringin
14. JL. Tomang Raya

(Gage Saat Ini)
15. JL. Jenderal S Parman (mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang jalan KS. Tubun)
16. JL. Gatot Subroto
17. JL. M.T Haryono
18. JL. H. R. Rasuna Said
19. JL. DI Panjaitan
20. JL. Jenderal A.Yani (mulai simpang JL. Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang JL. Bekasi Timur Raya)

(Perluasan Kawasan Gage)
21. JL. Pramuka
22. JL. Salemba Raya
23. JL. Kramat Raya
24. JL. Senen Raya
25. JL. Gn. Sahari dan segmen persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk Tol dan segmen pintu keluar Tol sampai dengan persimpangan terdekat

Layanan Angkutan Umum
– MRT (Lebak Bulus – Bundaran HI)
– Layanan Bus Transjakarta Wilayah
a. Utara : Kor. 5 (Kp. Melayu-Ancol), Kor.9 (Pinang Ranti-Pluit), Kor. 10 (PGC Cililitan-Tj. Priok), Kor.12 (Tj.Priol-Pluit).
b. Timur : Kor.2 (Pulo Gadung-Harmoni), Kor.4 (Pulo Gadung-Dukuh Atas), Kor.7 (Kp. Rambutan-Kp. Melayu), Kor.9 (Pinang Ranti- Pluit), Kor.11 (Kp. Melayu-Pulo Gebang)
c. Barat : Kor.3 (Kalideres-Harmoni), Kor.13 (Ciledug-Blok M)
d. Selatan : Kor.1 (Blok M-Kota), Kor.6 (Ragunan-Dukuh Atas), Kor.8 (Lebak Bulus-Harmoni).

News Weekly Brief

Pelindo III Perpanjang Dermaga Pelabuhan Bagendang Menjadi 440 Meter

August 6, 2019

Surabaya (5/8) – Pelindo III memperpanjang dermaga Pelabuhan Bagendang, di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjadi 440 meter. BUMN operator pelabuhan tersebut semula sudah mengoperasikan dua dermaga yang masing-masing sepanjang 120 meter. “Setelah dibangun sejak Agustus tahun lalu, kini dermaga baru sepanjang 200 meter yang dibangun Pelindo III sudah siap disandari kapal-kapal besar,” kata Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha, usai acara peresmian, Senin (5/8).

“Setelah dibangun sejak Agustus tahun lalu, kini dermaga baru sepanjang 200 meter yang dibangun Pelindo III sudah siap disandari kapal-kapal besar,” kata Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha, usai acara peresmian, Senin (5/8).

Joko Noerhudha melanjutkan, dengan total panjang dermaga yang mencapai 440 meter, maka secara otomatis kapasitas bongkar muat meningkat. “Semula hanya cukup untuk disandari dan melayani bongkar muat 2 unit kapal. Kini bahkan mampu melayani sandar dan bongkar muat 3 hingga 4 unit kapal secara bersamaan,” jelasnya.

“Semula hanya cukup untuk disandari dan melayani bongkar muat 2 unit kapal. Kini bahkan mampu melayani sandar dan bongkar muat 3 hingga 4 unit kapal secara bersamaan,” jelasnya.

Dari Surabaya, Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, menambahkan, hal tersebut akan berimbas pada meningkatnya produktivitas pelabuhan yang akan membawa manfaat turunan berupa peningkatan efisiensi logistik untuk pengangkutan dan distribusi barang di kawasan Kalimantan Tengah.

“Kapal-kapal yang semula harus mengantre, kini bisa lebih cepat sandar dan membongkarmuat kargonya di dermaga Pelabuhan Bagendang, yang kini lebih panjang. Sehingga efisiensi akan dirasakan mulai dari perusahaan pelayaran karena waktu tunggu kapal lebih singkat. Kemudian para pemilik barang, karena barang dapat segera diangkut untuk didistribusikan. Lalu harapannya masyarakat sebagai end customermendapatkan harga yang lebih murah,” ungkap Doso Agung.

“Proyeksi tersebut sesuai dengan komitmen untuk terus mengembangkan pelabuhan agar berkontribusi positif pada peningkatan efisiensi biaya logistik. Selain itu juga meningkatkan daya saing produk setempat, agar lebih mampu bersaing di pasar dengan biaya pengangkutan yang lebih efisien,” tambahnya.

Dermaga yang baru diresmikan tersebut merupakan dermaga multipurpose yang dapat difungsikan untuk melayani bongkar muat komoditas peti kemas maupun curah, seperti CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) yang merupakan komoditas andalan wilayah sekitar (hinterland) Pelabuhan Bagendang.

Berdasarkan data Pelindo III, pada semester I tahun 2019 ini, Pelabuhan Bagendang sudah disandari oleh 100 unit kapal yang setara dengan kapasitas kapal hingga 389.692 groston. Kemudian arus peti kemas mencapai 29.943 TEUs. Dengan adanya fasilitas dermaga yang lebih panjang, diprediksi arus barang yang melalui Pelabuhan Bagendang pada tahun ini akan melonjak.

News Weekly Brief

Jokowi Ragu Kinerja PLN?

August 5, 2019

Jakarta – Pada hari Minggu tanggal 4 Juli 2019, tiga Provinsi di Indonesia harus menghadapi kegelapan yang cukup panjang, karena adanya pemadaman listrik hampir 12 jam. Pemadaman tersebut disebabkan adanya kesalahan sistem aliran listrik dari salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pemadaman tersebut mengakibatkan sejumlah aktivitas terhenti. Sehingga membuat masyarakat harus menanggung resikonya.

Adanya kejadian tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) langsung mengunjungi Kantor Pusat PLN. Di sana, ia mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang terjadi saat pemadaman listrik tersebut, yang berkaitan dengan kinerja PLN.

Jokowi mengungkapkan pemadaman listrik seharusnya tidak berlangsung lama. Karena pekerja yang bekerja di PLN rata-rata orang yang memiliki pengetahuan yang tinggi.

“Pertanyaan saya Bapak/Ibu semuanya ini kan orang pintar-pintar apalagi urusan listrik sudah bertahun-tahun, apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkulasi bahwa akan ada kejadian-kejadian sehingga kita tahu sebelumnya. Kalau tahu-tahu drop gitu artinya pekerjaan-pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi, dan itu betul-betul merugikan kita semua,” kata Jokowi di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8).

Jokowi juga menegaskan untuk secepatnya listrik yang masih belum 100% menyala untuk disegerakan aktif seperti biasa. Agar semua aktivitas kembali normal.

“Hal-hal yang menyebabkan peristiwa besar ini terjadi sekali lagi saya ulang jangan sampai kejadian lagi, itu saja permintaan saya.”

News Weekly Brief

Pegadaian Jalin Kerjasama dengan ASDP

July 30, 2019

Jakarta, 24 Juli 2019 – PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebagai bentuk sinergi bisnis antar perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kerja sama tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antar BUMN penjualan produk.

Jalinan sinergi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi.

“Pegadaian mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dalam penjualan dan pemasaran produknya dengan mengoptimalkan kanal distribusi dan media komunikasi BUMN lain. Sehingga dapat memberikan keuntungan untuk kedua belah pihak Pegadaian dan ASDP,” kata Kuswiyoto di JS Luwansa Hotel Jakarta, Kamis (25/7).

Kuswiyoto menambahkan sumber daya yang dimiliki Pegadaian dapat dioptimalkan oleh ASDP, sehingga sinergi untuk mewujudkan One Family, One Nation, One Vision to Excellence. “Dengan penandatanganan kerja sama ini, kami meyakini akan membawa dampak usaha seluruh perseroan yang terlibat akan lebih meningkat.”

Penandatanganan ini bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bidang usaha, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan bahwa kerja sama dengan Pegadaian merupakan upaya ASDP dalam meningkatkan layanan kepada pengguna jasanya. “Kiranya kerja sama ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para pengguna jasa kami, sehingga memberikan nilai keuntungan satu sama lain”, ujarnya.

Ira juga mengharapkan bahwa sinergi ASDP dan Pegadaian dapat memperkuat posisi perusahaan di masing-masing bidangnya. “Upaya ini sangat penting untuk mengoptimalkan setiap kekuatan yang ada sehingga pada akhirnya tidak hanya dapat mengembangkan bisnis masing-masing perusahaan, namun juga dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan dan lebih jauh lagi juga dapat memberikan kontribusi positif pada negara”.

News Weekly Brief

Kemerdekaan Indonesia Tak Lepas dari Peran Nasionalis, Islam, dan TNI

July 22, 2019

Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ahmad Basarah mengawali pengantar diskusi pada acara Dialog Peradaban Bangsa Nasionalis, Islam dan TNI: Siapa Berani Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya, di Kantor DPP PA GMNI, Cikini, Menteng, Jakarta, Senin (22/7/2019). Menurutnya, Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran yang dilakukan oleh kalangan Nasionalis, Islam dan juga TNI.

Namun, ada gejala kuat di sebagian kecil masyarakat yang kembali mempertentangkan nilai-nilai luhur yang sudah menjadi konsensus bangsa Indonesia. Mulai dari konsensus kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika, pertentangan Islam VS Pancasila, pertentangan NKRI VS Khilafah. Bahkan sudah ada yang menyatakan tekadnya bahwa pada tahun 2024 Indonesia harus berubah menjadi negara Khilafah. 

“Gerakan politik ini membawa pikiran dan semangat intoleransi, melakukan monopoli kebenaran, anti terhadap keberagaman dan bercita-cita mendirikan negara Khilafah. Menurut keterangan Polri, kelompok tersebut juga melakukan pendekatan kepada partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kalangan intelektual,” ujarnya.

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga wakil Ketua Dewan Pertimbangan PA GMNI, Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Kepala Staf Presiden RI yang juga mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengatakan bahwa TNI tentu saja memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga Indonesia. 

“Sejak awal, TNI bersama kalangan nasionalis dan agama bagaikan tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan mengawal berdirinya Republik Indonesia. Apakah tiga-tiganya eksis? Tidak perlu diragukan kalau bicara Islam, jelas perjuangan bagian dari iman. Kalau kita lihat kelompok nasionalis, kalau tidak ada nasionalis ambruk. Posisi nasionalis ini bisa bertahan dari tarikan kanan kiri,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti memastikan bahwa komitmen Muhammadiyah kepada Pancasila tidak perlu diragukan lagi. Mu’ti juga membeberkan peran Muhammadiyah dalam melahirkan Indonesia. 

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini juga menyampaikan sejarah dan kontribusi NU kepada Indonesia. Bagi NU politik itu menjalankan politik kebangsaan yang ujungnya kemaslahatan. Siapapun yang jadi Presiden, Gubernur, maka NU menghargai kepemimpinannya jika itu membangun kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terakhir Sekretsris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga menegaskan bahwa Persatuan ketiga komponen utama penopang bangsa Indonesia merupakan sebuah keharusan. Selain itu Hasto juga menjelaskan desain koalisi ke depan. 

“Pertama adalah penataan sistem prisedensial. Kedua konsolidasi ideologi. Ketiga berpijak pada sejarah dan keempat sepakat pada agenda strategis bangsa ke depan.” ujarnya.

News Weekly Brief

Bank Mandiri: “Kami Pastikan Rekening Nasabah Aman”

July 20, 2019

Jakarta, 20 Juli 2019 – Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.

“Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun pada kali ini, terjadi error pada data saldo 10% nasabah Bank Mandiri,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas.

Mandiri, lanjut Rohan, menjamin saldo nasabah akan segera pulih dalam waktu 2-3 jam ke depan, karena sebelum perpindahan ini selalu dilakukan backup data saldo nasabah.

Bank Mandiri mempersilahkan Nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri. Rohan meminta nasabah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Sekali lagi kami memohon maaf dan kami pastikan rekening nasabah, aman,” tegas Rohan.

News Weekly Brief

Presiden Jokowi Tekankan Enam Hal untuk Kembangkan Destinasi Wisata Prioritas

July 16, 2019

Jakarta, 16 Juli 2019 – Presiden Joko Widodo segera menindaklanjuti sejumlah kunjungan kerjanya ke beberapa provinsi dengan kawasan wisata beberapa waktu belakangan ini. Pada Senin, 15 Juli 2019, Presiden bersama dengan jajaran terkait menggelar rapat terbatas yang membahas pengembangan destinasi wisata prioritas. Rapat terbatas tersebut berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta.

Melalui kunjungannya ke beberapa destinasi wisata seperti Mandalika, Danau Toba, sejumlah lokasi di Manado, dan Labuan Bajo, Kepala Negara mendapati adanya permasalahan yang harus dibenahi. Secara umum, dirinya melihat permasalahan dalam hal tata ruang di daerah atau wilayah tujuan wisata. Ia berharap agar permasalahan pertama itu dapat segera diatasi oleh jajarannya.

“Memang masih ada _problem_ pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih harus kita benahi. Terakhir, kemarin masih ada masalah misalnya di Sulawesi Utara, masih ada itu. Di Labuan Bajo juga ada,” ujarnya.

Kemudian, persoalan infrastruktur pendukung pariwisata yang bakal memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke titik-titik destinasi wisata di satu provinsi menjadi persoalan kedua yang harus diperbaiki. Terkait hal tersebut, pemerintah pusat dalam sejumlah kesempatan menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah dengan membantu menyiapkan infrastruktur terkait.

“Saya melihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi baik berupa terminal _airport_, _runway_ yang masih kurang panjang, kemudian juga konektivitas jalan menuju ke lokasi wisata yang akan dituju, dan juga yang berkaitan dengan dermaga pelabuhan,” tuturnya.

Sementara yang ketiga, saat berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu, Kepala Negara berpandangan bahwa urusan pembenahan pelabuhan di lokasi tersebut sudah sangat mendesak. Bercampurnya aktivitas muat barang dan wisatawan di Pelabuhan Labuan Bajo harus segera dibenahi agar tidak terjadi keruwetan yang akan membingungkan wisatawan itu sendiri.

Hal lainnya yang ditekankan Presiden ialah mengenai kesiapan sumber daya manusia (SDM) setempat yang diharapkan dapat membuka diri dan betul-betul mampu menghadirkan suasana yang nyaman bagi para wisatawan yang datang. Maka itu, Kepala Negara meminta jajarannya untuk menyediakan beragam pelatihan bagi para SDM lokal.

“Semuanya diberikan pelatihan-pelatihan sehingga mereka bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik dengan keramahtamahan, dengan senyuman yang baik, dan juga pembenahan sarana dan prasarana yang ada,” ucapnya.

“Ini akan memberikan dampak yang baik. Baik perubahan di budaya kerja, budaya melayani, budaya kebersihan,” ujar Presiden menambahkan.

Selanjutnya, Kepala Negara mengatakan bahwa pengembangan destinasi wisata prioritas tak hanya dilakukan pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Presiden meminta pemerintah daerah setempat dengan dibantu lembaga terkait untuk mulai menyiapkan atraksi-atraksi wisata baru yang nantinya dapat menjadi nilai tambah dan menjadi suatu hal yang menarik wisatawan asing.

“Saya kira banyak sekali yang perlu dikerjakan misalnya tarian-tarian budaya yang dari sisi materialnya bagus, tetapi mohon ini mungkin di Bekraf bisa memberikan suntikan mengenai desain pakaian, kostum, dan lain-lain yang bisa diperbaiki dengan sebuah injeksi dari desainer yang baik,” ujarnya.

Adapun hal yang keenam, apabila semua hal tersebut di atas sudah dilaksanakan dengan baik, selanjutnya pemerintah akan menggelar promosi pariwisata secara besar-besaran dan terintegrasi. Dengan itu diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terangkat dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Terakhir baru promosi akan dilakukan secara besar-besaran secara terintegrasi sehingga betul-betul kita mendapatkan manfaat, mendapatkan _multiplier effect_ yang besar, dan memberikan pertumbuhan pada ekonomi daerah maupun ekonomi nasional,” tandasnya.

News Weekly Brief

Ini Isi Pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

July 15, 2019

Senbagai Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo pada hari Minggu tanggal 14 Juli 2019, di Sentul, Bogor, menyampaikan VISI DAN MISI kedepan untuk membangun bangsa Indonesia.

Tapi apakah kalian tahu apa isi pidato tersebut? Yuk kita baca bareng – bareng di sini ,:

Assalamuallaikum wr. Wb
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

KEDUA, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF.

KELIMA, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

News Weekly Brief

Destry Damayanti, Dari Pendidik Hingga Pimpinan Bank Indonesia

July 12, 2019

Jakarta, 12 Juli 2019 – Destry Damayanti saat ini menjadi pusat perhatian mata media di seluruh Indonesia. Hal ini bukan karena pemberitaan negatif, tapi mengenai dirinya menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) yang menggantikan Mirza Adityaswara.

Tapi apakah kalian tahu bahwa sebelumnya Destry adalah seorang pendidik di salah satu universitas terkemuka di Indonesia?

Ya, sebelum berstatus sebagai Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry merupakan lulusan ekonomi salah satu universitas terkemuka di Indonesia yaitu Universitas Indonesia pada tahun 1989. Pendidikan yang ia tempuh tidak hanya berhenti di sana. Destri melanjutkan jenjang pendidikannya ke Field of Regional Science Cornell University di New York tahun 1992.

Karir Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) ini, dimulai dari Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia tahun 2000 – 2003, dan peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2005-2006), selama priode tersebut ia berkutat sebagai pendidik.

Tapi di tahun 2005-2011, ia juga pernah menjabat sebagai, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005-2011). Dilanjutkan di tahun 2014-2015, Destri berkesempatan menduduki jabatan sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.

Di tahun yang sama ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Mandiri Institute dan Ketua Panitia Seleksi Pemimpin KPK, dan Destri juga diangkat menjadi Anggota Dewan Komisioner LPS pada tanggal 24 September 2015 berdasarkan keputusan Presiden No. 158/M Tahun 2015 tanggal 21 September 2015.

News Weekly Brief

Dukung Pengembangan Labuan Bajo, Kementerian PUPR Bangun Jalan Lintas Utara Flores Sepanjang 141,29 Km

July 11, 2019

Labuan Bajo, 11 Juli 2019 – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan dukungannya dalam penyediaan infrastruktur bagi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu, Kementerian PUPR membangun Jalan Lingkar Utara Flores dari Labuan Bajo-Kedindi sepanjang 141,29 km.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk membangun Indonesia dari pinggiran. “Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan,” kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) X NTT Kupang Muktar Napitupulu mengatakan, pembangunan Jalan Lintas Utara Flores tersebut akan menjadi jalur logistik. Jalan tersebut akan menghubungkan sentra produksi pertanian di Kawasan Pertanian Terang seluas sekitar 2.000 ha dengan Pelabuhan Bari yang akan dibangun sebagai pelabuhan niaga menggantikan Pelabuhan Labuan Bajo yang akan menjadi pelabuhan wisata.

Ditambahkan Muktar, jalan ini juga akan menjadi jalur alternatif untuk memperlancar pengiriman logistik dan bahan bakar minyak (BBM) dari wilayah Kedindi yang terdapat Depo Pertamina di Kecamatan Reo, wilayah di pantai utara Kabupaten Manggarai ke Labuan Bajo.

“Pengiriman BBM seperti solar, bensin, minyak tanah, termasuk avtur akan menjadi cepat karena kendaraan tidak perlu memutar lagi ke Ruteng baru melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo. Pengiriman BBM juga sempat terhambat beberapa waktu lalu, karena Jalan Labuan Bajo-Malwatar menuju Roteng mengalami longsor,” ujar Muktar.

Ia menambahkan, dengan dibangunnya Jalan Lintas Utara tersebut juga akan membantu akses dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG), Mobile Power Plant (MPP) Flores (Labuan Bajo) milik PT PLN yang berkapasitas 25 MW di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, menuju Labuan Bajo.

Muktar menyatakan, Kementerian PUPR melalui BPJN X NTT telah memulai pembangunan Jalan Lintas Utara Flores Labuan Bajo-Kedindi sejak tahun 2015 dengan total anggaran yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 201 miliar. Saat ini progresnya dari total panjang 141,29 km sudah tembus sepanjang 60 km dengan kondisi jalan yang sudah teraspal sepanjang 18 km.

“Untuk target keseluruhan rampung dengan kondisi teraspal yakni pada tahun 2023. Namun untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Bari kita fokuskan untuk penyelesaian pengaspalan hingga ke Bari pada tahun 2021,” ujar Muktar.

Pembangunan Jalan Lintas Utara Flores terbagi atas empat segmen jalan, yakni Labuan Bajo-Boleng (28,18 km), Boleng-Terang (32,15 km), Terang-Pelabuhan Bari (20,55 km), dan Pelabuhan Bari-Kendidi (60,4 km).

Muktar menyebutkan, berdasarkan rencana kerja 2019-2023, masih dibutuhkan sekitar Rp 525 miliar untuk pembangunan jalan, termasuk untuk Penanganan Pasca Bencana Longsoran Ruas Labuan Bajo – Malwatar, Preservasi Jalan Labuan Bajo – Malwatar, Pembangunan Jalan Shortcut Bandara Komodo (0,25 km).

Ditjen Bina Marga juga dtugaskan untuk melebarkan Jalan Soekarno Hatta di pusat kota Labuan Bajo dilengkapi dengan jalur pejalan kali (pedestrian walk) yang nyaman, serta meningkatkan kualitas jalan dari Labuan Bajo ke Wae Cicu yang akan menjadi pusat pelayanan akomodasi wisata premium di Labuan Bajo.