BRIEF.ID – Bursa saham Asia bergerak tidak searah pada perdagangan Selasa (20/4/2026), dengan saham Korea Selatan mencetak rekor tertinggi berkat kenaikan saham produsen chip. Di sisi lain, investor tetap waspada memantau perkembangan seputar gencatan senjata AS-Iran yang rapuh. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.539,27 setelah turun sekitar 54,84 poin atau 0,72%, pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Kontrak berjangka Wall Street sedikit naik dalam perdagangan Asia pada hari Selasa setelah indeks saham AS ditutup sedikit lebih rendah semalam.
KOSPI Korea Selatan naik lebih dari 2% ke rekor tertinggi sepanjang masa di 6.361,17 poin, didorong oleh optimisme seputar produsen chip yang terkait dengan kecerdasan buatan.
SK Hynix melonjak ke rekor baru pada hari Selasa, memperpanjang reli setelah mengumumkan rencana untuk memulai produksi modul memori canggih untuk chip AI generasi berikutnya yang dibuat oleh NVIDIA Corporation.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,3%, indeks TOPIX yang lebih luas naik 0,3%. Wall Street mencatatkan kenaikan yang solid pekan lalu, didukung oleh pendapatan perusahaan yang tangguh dan momentum berkelanjutan pada saham-saham terkait AI.
Para pedagang mengamati pembicaraan AS-Iran menjelang berakhirnya gencatan senjata. Namun, kenaikan di seluruh kawasan dibatasi oleh ketidakpastian geopolitik yang kembali muncul.
Harga minyak sebagian besar tetap tinggi setelah ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat, menyusul laporan penyitaan kapal Iran dan kekhawatiran atas potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur energi yang penting.
Investor juga mengamati dengan cermat upaya diplomatik di Islamabad, di mana pembicaraan yang bertujuan untuk meredakan konflik telah menghasilkan sinyal yang beragam.
Meskipun beberapa laporan menunjukkan Iran dapat berpartisipasi, yang lain mengindikasikan keengganan, yang menggarisbawahi ketidakpastian menjelang batas waktu gencatan senjata pada hari Selasa.
Indeks Komposit Shanghai Tiongkok dan Shanghai Shenzhen CSI 300 masing-masing turun 0,3%. Indeks Hang Seng Hong Kong sebagian besar tidak berubah. Indeks Straits Times Singapura naik 0,3% dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,2%. Kontrak berjangka terkait indeks Nifty 50 India sedikit turun 0,1%. (nov)


