Bursa Asia Perkasa di Tengah Ketegangan Selat Hormuz, IHSG Ambruk

BRIEF.ID – Bursa saham Asia mayoritas menguat cukup signifikan  di tengah ketidakpastian kelanjutan perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Investor mengabaikan kegagalan perundingan meski harga minyak naik akibat penutupan berkepanjangan lalu lintas di perairan Selat Hormuz, sejak perang di Iran pada 28 Februari 2026.

Sentimen tetap terjaga meskipun pada Sabtu (25/4/2026), Presiden AS Donald Trump  membatalkan rencana untuk mengirim utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan untuk bernegosiasi dengan Iran.

“Terlalu banyak waktu terbuang untuk bepergian, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, ada perselisihan dan kebingungan yang luar biasa di dalam ‘kepemimpinan’ mereka,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Harga minyak melonjak sekitar 2% setelah rencana putaran kedua negosiasi perdamaian  AS – Iran kembali gagal.  Ketegangan di Selat Hormuz tetap tinggi setelah Garda Revolusi Iran dilaporkan menaiki dua kapal kargo di dekat jalur laut strategis tersebut.

Meskipun gencatan senjata telah membekukan sebagian besar pertempuran dalam perang yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran dua bulan lalu, pasar fokus pada Selat Hormuz yang ditutup, yang hampir tidak dilintasi oleh kapal-kapal yang membawa kargo minyak dan gas.

Harga rata-rata LNG untuk pengiriman Juni ke Asia Timur Laut pekan lalu adalah US$ 16,70 per juta British thermal units, hampir 61% di atas level sebelum perang. Investor ekuitas mencoba  melihat melampaui guncangan minyak ke tren kecerdasan buatan yang dianggap tak terbendung.

“AI adalah sesuatu yang sangat dinantikan dan dianggap sebagai pemenang,” kata Mike Seidenberg, manajer portofolio senior untuk Allianz Technology Trust dikutip dari D’ORIGIN Interactive News, Selasa (28/4/2026).

Disebutkan, rencana belanja modal akan menjadi fokus bagi perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms, yang dijadwalkan akan merilis laporan Keuangan kuartal I pada hari Rabu. Sementara Apple akan melaporkan hasilnya sehari kemudian.

Pada penutupan perdagangan Senin (27/4/2026), indeks saham Asia seperti Nikkei225 (Jepang) naik 1,38% ke level 60.537; Topix (Jepang) menguat 0,50% ke 3.735; Indeks Shanghai (Tiongkok) terangkat 0,16% ke 4.086; Indeks Shenzhen Component (Tiongkok) +0,37% ke 14.995; CSI 300 (Tiongkok) +0,03% ke 4.770; Hang Seng (Hong Kong) -0,20% ke 25.925; Indeks Kospi (Korsel) +2,15% ke 6.615; Taiex (Taiwan) +1,76% ke 39.616; dan S&P/ASX200 (Australia) melemah 0,23% ke 8.766.                                                      

Sedangkan mata uang Asia menunjukkan bahwa Yen naik 0,13% menjadi 159,17 per Dolar AS; SGD menguat 0,15% menjadi 1,2734 per Dolar AS; AUD naik 0,45% ke posisi 0,7184 per Dolar AS; Rupiah naik 0,10% menjadi 17.211 per Dolar AS; Rupee menguat 0,04% ke 94,2175 per Dolar AS; Yuan melaju 0,12% ke 6,8239 per Dolar AS; Ringgit menanjak 0,31% ke 3,9527 per Dolar AS; dan Baht merosot 0,38% ke 32,3180 per Dolar AS.

IHSG Ambruk

Sementara itu,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada  penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia,  Senin (27/4/2026). IHSG melemah 22 poin atau turun 0,32% ke level 7.106.

Sebanyak 327,0 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp16,21 triliun. Saham top gainers LQ45 terdiri atas AMMN, AKRA, BUMI, MAPI, MBMA, MDKA, dan EXCL. Saham top losers LQ45 yaitu DSSA, JPFA, UNTR, ITMG, UNVR, SMGR, dan ASII.

Sektor  industri dasar memimpin penguatan sektor, naik tertingg +1,48% disokong saham-saham IMPC +1,90%, INKP +1,28%. Sektor energi paling terpuruk setelah tergerus  1,21%. Saham sektor tersebut yang melemah BIPI -3,91%, ITMG -3,60%, dan BSSR -0,25%.

Bursa Eropa

Bursa  saham Eropa dibuka beragam pada awal perdagangan  Senin (27/4/2026), karena investor terus memantau perkembangan pembicaraan perdamaian Iran-AS dan menantikan pertemuan bank sentral.

Indeks acuan pasar saham Eropa, Stoxx 600 turun 0,1% pada pagi hari di London, membalikkan momentum positif sebelumnya. Bursa utama mencatatkan kenaikan sementara sektor-sektor tetap beragam.

Indeks CAC 40 Prancis turun -0,09%. Indeks FTSE MIB Italia melemah -0,15%. Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi turun -0,22%. Sedangkan Indeks DAX Jerman menguat +0,12%.

Sektor minyak dan gas menjadi sektor terdepan, naik 0,6% didorong oleh kenaikan harga energi, diikuti oleh saham ritel yang naik lebih dari 0,5%. Sebaliknya, saham makanan dan minuman turun 0,5%. Sementara saham kimia merosot 0,4% di tengah kekhawatiran akan hambatan rantai pasokan yang berkelanjutan di sekitar Selat Hormuz.

Harga minyak naik lebih dari 1% pada  Senin (27/4/2026) sore. Harga minyak mentah Brent berjangka naik $1,35 atau 1,3% menjadi $106,68 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di $95,35 per barel, naik 95 sen, atau 1%.

“Unggahan Presiden Trump baru-baru ini di Truth Social, yang mendesak untuk menembak dan membunuh setiap kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz, bersamaan dengan klaimnya tentang kendali penuh atas Hormuz, terus memicu peningkatan premi perang,” kata Priyanka Sachdeva, analis di Phillip Nova seperti dikutip CNBC. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Diperkirakan Bergerak Terbatas, Cenderung Melemah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Menkeu: Tahun 2030, IHSG Tembus 28.000

BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ...

Masuk Paket Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Beri Klarifikasi

BRIEF.ID - Uni Eropa memasukan nama pelabuhan pelabuhan Karimun...

Kontrak Berjangka Wall Street Mixed, Investor Amati Kelanjutan Pembicaraan Iran-AS  

BRIEF.ID –  Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) kini...