Belanja K/L Melonjak 85% Februari 2026, Menkeu: Bukan Karena Kabinet Gemuk

BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, angkat bicara soal belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang melonjak 85% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp155 triliun pada Februari 2026.

Dia membantah bahwa lonjakan belanja K/L pada Februari 2026, disebabkan kabinet gemuk di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga anggaran yang digelontorkan lebih banyak.

“Enggak, ini bukan karena itu (kabinet gemuk),” kata Menkeu Purbaya, kepada media, seperti dikutip Bloomberg, di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut Purbaya, lonjakan belanja K/L tersebut, sejalan dengan kebijakan anggaran, yang didesain pemerintah agar merata sepanjang tahun. 

Biasanya, belanja K/L di awal tahun tergolong lebih rendah, sehingga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong K/L untuk belanja lebih cepat dibandingkan tahun lalu. 

“Karena sekarang didesain supaya dampak belanja pemerintah merata sepanjang tahun, maka di awal tahun ini, kami dorong K/L untuk belanja lebih cepat daripada tahun lalu,” ujar Purbaya.

Sebelumnya, dalam paparan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) Februari 2026, Purbaya membeberkan belanja negara tercatat mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9% (yoy). 

“Belanja negara tersebut, berasal dari belanja pemerintah pusat yang sebesar Rp346,1 triliun, serta transfer ke daerah sebesar Rp147,7 triliun,” ungkap Purbaya.

Adapun realisasi belanja K/L per Februari 2026 tercatat mencapai Rp155 triliun setara 10,3% dari pagu belanja APBN 2026 yang sebesar Rp1.510,5 triliun. Sementara belanja non K/L tumbuh 49,4% atau senilai Rp191 triliun dan setara 11,7% dari pagu APBN sebesar Rp1.639,2 triliun.

Sementara itu, realisasi pendapatan negara hingga 28 Februari 2026, teratat mencapai Rp358 triliun, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 493,8 triliun. Pendapatan ini tumbuh 12,8% secara tahunan (yoy).

“Dengan kondisi tersebut, realisasi APBN masih mencatatkan defisit sebesar Rp135 triliun atau 0,53% pada Februari 2026,” tutur Purbaya. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Bergerak Fluktuatif, Investor Wait and See Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Merosot ke Level Rp18.100 per Dolar AS, Investor Cermati Arah Kebijakan BI

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah merosot ke level...

Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah US$90 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Mereda

BRIEF.ID - Harga Minyak Dunia anjlok di bawah level...

BEI Evaluasi Konstituen LQ45, IDX30, dan IDX80, Berlaku Efektif 3 Agustus 2026

BRIEF.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi...