News

CEO & Direktur IT Pegadaian Raih Top Digital Inovation Award 2020

May 4, 2020

Jakarta, 4 Mei 2020 – Board of Director (BOD) PT Pegadaian (Persero) meraih penghargaan Top Digital
Inovation Award 2020 yang oleh Majalah Itech bekerjasama dengan Kementerian Riset dan
Teknologi/BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
(BPPT), Dewan Riset Nasional (DRN) dan Forti BUMN.

Perhargaan tersebut menetapkan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto sebagai Top Chief
Executive Officer in Digital Transformasi for Financial Services 2020 dan Direktur Teknologi Informasidan Digital Teguh Wahyono sebagai Top Chief Information Officer in Digital Business Process for
Financial Services 2020. Tidak hanya itu, pada penghargaan tersebut PT Pegadaian (Persero) juga
dinobatkan sebagai perusahaan sebagai Top Corporate Perfomance in Financial Services 2020.

Indikator penilaian pada Top Digital Inovation Award 2020 dilakukan berdasarkan perusahaan atau
lembaga yang terus berkomitmen tinggi dalam implementasi dan pemanfaatan IT, memiliki sistem
tata kelola dan infrastruktur IT yang baik, berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan IT untuk
meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan bisnisnya. Tidak hanya itu, penilaian juga dilihat dari
implementasi IT yang berdampak signifikan, serta memiliki komitmen ber-inovasi di dalam perusahaan
atau lembaga tersebut agar lebih maju lagi.

“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan sistem digital dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat Indonesia, apalagi di tengah konsisi Pandemi virus corona (COVID 19 ) seperti sekarang
ini. Hal tersebut juga membuat kami terus mengembangkan inovasi – inovasi baru untuk memenuhi
pelayanan kepada masyarakat Indonesia,” ujar Direktur Utama Kuswiyoto, Jakarta, Senin (4/05/2020).

Menurut Kuswiyoto dalam kondisi seperti saat ini, perkembangan teknologi digital tidak bisa
dihindari. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi iklim usaha, termasuk perkembangan bisnis
keuangan yang terjadi di Pegadaian.
Oleh karena itu, Pegadaian terus mengembangkan inovasi-inovasi baru dengan berkomitmen
mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak akan meninggalkan bisnis inti yaitu, gadai.


“Situasi bisnis berubah. Kami perlu mengembangkan inovasi-inovasi baru. Meski demikian Pegadaian enggak akan meninggalkan core bisnis, tetap gadai. Tetapi Pegadaian juga masuk ke lini bisnis non-gadai, misalnya digital lending,” ucapnya. Untuk menyesuaikan dengan kondisi Era Industry 4.0, saat ini PT Pegadaian sedang meningkatkan kualitas layanan dengan memfokuskan pekerjaan di dua inovasi : yaitu digitalisasi produk dan channel layanan.


Inovasi dibidang digitalisasi produk, yang digarap adalah produk : Gadai Tabungan Emas, Gadai on
Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan
Rahn Tasjily Tanah, sedangkan dari sisi digitalisasi channel layanan adalah penerapan aplikasi
keagenan.


Dengan langkah langkah diatas, “Kami berharap PT Pegadaian dapat menyesuaikan era digitalisasi
dengan langkah digitize”, pungkasnya.