BRIEF.ID – Warga Amerika Serikat (AS) diperingatkan segera meninggalkan Venezuela karena teror kelompok milisi bersenjata, yang dikenal bernama Colectivos.
Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Caracas mengeluarkan peringatan situasi keamanan di Venezuela. Warga AS di Venezuela diminta segera meninggalkan negara itu.
Sedangkan warga negara AS dilarang bepergian ke Venezuela. Hal itu, merupakan peringatan serupa yang pernah dikeluarkan Kedubes AS di Caracas pada 2019.
“Karena penerbangan internasional telah dilanjutkan, warga negara AS di Venezuela harus segera meninggalkan negara ini. Daftarkan diri Anda dalam Program Pendaftaran Pelancong Cerdas untuk menerima pembaruan keamanan,” demikian bunyi peringatan resmi Kedubes AS di Caracas, yang dikeluarkan pada 10 Januari 2026.
Sebelum keberangkatan, warga negara AS harus mengambil tindakan pencegahan dan waspada terhadap lingkungan sekitar mereka, karena terdapat laporan mengenai kelompok milisi bersenjata, yang dikenal sebagai colectivos, yang memblokir jalan dan melakukan sweeping terhadap pengendara atau warga untuk bukti kewarganegaraan AS.
“Warga negara AS di Venezuela harus tetap waspada dan berhati-hati saat bepergian melalui jalan darat,” tulis Kedubes AS Caracas di laman resmi.
Venezuela memiliki tingkat Peringatan Perjalanan tertinggi, yakni Level 4, yang berarti larangan bepergian, karena risiko serius bagi warga Amerika, termasuk penahanan yang tidak sah, penyiksaan dalam tahanan, terorisme, penculikan, penegakan hukum lokal yang sewenang-wenang, kejahatan, kerusuhan sipil, dan infrastruktur kesehatan yang buruk.
Pada Maret 2019, Departemen Luar Negeri AS menarik semua personel diplomatik dari Kedutaan Besar AS di Caracas dan menangguhkan operasinya.
Semua layanan konsuler di Venezuela, baik rutin maupun darurat, tetap ditangguhkan. Pemerintah AS terus tidak dapat memberikan layanan darurat kepada warga negara AS di Venezuela.
Sejak Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap dan dibawa ke AS pada 3 Januari 2026, situasi keamanan di Venezuela mengkhawatirkan, seiring teror kelompok milisi bersenjata yang menyasar warga AS. Pemadaman listrik dan utilitas juga terjadi secara berkala terus berlanjut di seluruh negeri. (jea)


