Tren Pelemahan IHSG Diperkirakan Berlanjut

BRIEF.ID – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan berlanjut, Kamis (12/3/2026). Tren pelemahan ini dipicu konflik di Timur Tengah, yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 7.500, pivot , 7.400, dan support  7.300. Saham-saham yang diunggulkan di antaranya ULTJ, UNVR, TOBA, WIFI, dan BSDE.

“Diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak melemah menguji level 7.300-7.350,” demikian riset Phintraco Sekuritas, yang dirilis Kamis (12/3/2026).

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 51,51 poin menuju  level 7.389,40 atau turun  0,69%) pada perdagangan Rabu (11/3/2026) setelah sempat bergerak menguat di sesi pertama.   IHSG bergerak di teritori negatif di sepanjang sesi kedua.

Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS/Israel-Iran serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan.

Sektor basic material mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan sektor teknologi membukukan kenaikan terbesar. Rupiah ditutup melemah di level Rp16.886 per Dolar AS, akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung, serta kekhawatiran pada data ekonomi domestik, termasuk potensi inflasi dan defisit APBN yang berpeluang melebar.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD masih cenderung melemah. IHSG sempat bergerak menguat hingga level 7.527,  akhirnya ditutup melemah kembali. Diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak melemah menguji level 7.300-7.350.

Indeks di bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan Rabu (11/3/2026), di tengah investor menantikan perkembangan konflik di Timur Tengah. Diberitakan tiga kapal di lepas pantai Iran telah terkena proyektil di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026), sehingga kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang sangat penting dan strategis telah hampir terhenti sejak AS dan Israel melakukan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

S&P: Pengunduran Diri Gubernur BI Tingkatkan Ketidakpastian Kebijakan

BRIEF.ID – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings menyatakan...

Suri Cruise Resmi Gunakan Nama Belakang Noelle, Tanggalkan Nama Keluarga Ayahnya

BRIEF.ID – Putri aktor Hollywood Tom Cruise dan aktris...

IHSG Ditutup Turun 0,89% ke Level 6.130,59, Saham Blue Chip Jadi Penekan Utama

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada...

Saham Asia Melemah, Kospi Anjlok Hampir 11% Terseret Aksi Jual Produsen Chip

BRIEF.ID – Bursa saham Asia ditutup melemah pada perdagangan...