BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), anjlok 3,05% atau turun 224,91 poin di level sekitar 7.137,21.
Mayoritas saham mengalami penurunan dan sekitar 629 saham berada di zona merah, sebanyak 104 saham menguat, dan 86 saham stagnan. Penurunan ini menjadi pertanda bahwa pasar saham Indonesia sedang mengalami tekanan jual.
Berdasarkan data RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp 14,05 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,69 miliar saham.
Berdasarkan pergerakan saham LQ45 dan emiten besar yang turun adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harga sahamnya anjlok 4,7%, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI merosot 4,3%, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) terpangkas 3,6%.
Saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mendapat tekanan sehingga tergeser ke zona merah.
Saham BBCA turun sekitar 2-3%, BBRI sebesar 3%, dan BMRI turun 2-3% (nov)


