Tiongkok Peringatkan Potensi Gangguan Rantai Pasokan Global

BRIEF.ID – Beijing telah mengeluarkan peringatan keras mengenai upaya legislatif baru di Kongres Amerika Serikat (AS), menegaskan bahwa RUU pengendalian ekspor bipartisan yang menargetkan sektor semikonduktor  akan sangat mengganggu stabilitas rantai pasokan global.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan pada  Sabtu (25/4/2026) bahwa akan terus  memantau dengan cermat kemajuan langkah-langkah hukum tersebut, dengan alasan bahwa AS semakin mempersenjatai pembenaran “keamanan nasional” untuk memberlakukan pembatasan perdagangan yang dapat merusak tatanan ekonomi internasional.

Dikutip dari Investing.com, Minggu (26/4/2026), langkah ini ditempuh menyusul keputusan Komite Urusan Luar Negeri DPR pada  Rabu (22/4/2026) untuk memajukan serangkaian RUU yang bertujuan  mengekang aliran teknologi kecerdasan buatan dan semikonduktor canggih ke Tiongkok.

Di antara langkah-langkah yang paling dipantau adalah Undang-Undang Penyelarasan Multilateral Pengendalian Teknologi pada Perangkat Keras, yang berupaya menerapkan pembatasan yang lebih ketat pada ekspor peralatan manufaktur chip kelas atas.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump secara nyata menahan diri untuk tidak memulai pembatasan skala besar yang baru, tetapi momentum legislatif di Kongres menunjukkan keinginan yang semakin kuat untuk memperketat blokade teknologi.

Beijing  berjanji  “dengan cermat menilai” dampak potensial terhadap kepentingan nasionalnya dan telah berjanji untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-hak perusahaan domestik.

Meskipun Kementerian Perdagangan tidak menyebutkan secara spesifik tindakan balasan apa yang mungkin diterapkan, retorika tersebut menyoroti kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa booming semikonduktor dapat terhambat oleh meningkatnya gesekan perdagangan.

Pasar global memandang dorongan legislatif sebagai sinyal bahwa “perang teknologi” masih jauh dari mencapai detente, bahkan ketika permintaan yang didorong oleh AI terus mendorong valuasi produsen chip ke rekor tertinggi.

Investor sekarang dipaksa untuk memperhitungkan risiko tindakan balasan dari Beijing, yang dapat mencakup pembatasan mineral langka atau input penting lainnya untuk industri chip.

Seiring  terus ditekannya Kongres untuk memperketat kontrol, sektor semikonduktor menghadapi lanskap regulasi yang semakin kompleks.

Dorongan berkelanjutan untuk otonomi teknologi di kedua sisi Pasifik menunjukkan bahwa industri harus bersiap untuk periode pemisahan yang berkepanjangan, di mana integrasi rantai pasokan global dapat memberi jalan bagi ekosistem manufaktur yang lebih terkotak-kotak dan berfokus pada keamanan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan...

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan, Nelayan dan Pelayaran Diminta Waspada

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan...

Apple Nyaris Tembus Kapitalisasi Pasar US$ 5 Triliun

BRIEF.ID – Apple Inc. nyaris menjadi perusahaan publik kedua...

Harga Bitcoin Anjlok, Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

BRIEF.ID – Harga Bitcoin kembali tertekan pada perdagangan Selasa...