Terbitkan Obligasi Keberlanjutan, BJBR Target Himpun Dana Rp 932 Miliar  

BRIEF.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) berencana menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan total nilai pokok sebesar Rp932.4 miliar.

Penerbitan obligasi sebagai bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target penghimpunan dana hingga Rp 2 triliun, yang merupakan kelanjutan dari Tahap I yang telah direalisasikan sebesar Rp1 triliun pada 2024.

Obligasi tersebut terdiri atas dua seri, yakni Seri A senilai Rp 691.3 miliar dengan tenor 3 tahun dan kupon tetap 6.00% per tahun, serta Seri B senilai Rp241.1 miliar dengan tenor 5 tahun dan kupon tetap 6.25% per tahun.

Pembayaran bunga dilakukan setiap triwulan, di mana pembayaran pertama dijadwalkan pada 1 Juli 2026, sementara pelunasan pokok dilakukan secara bullet payment pada saat jatuh tempo yaitu 1 April 2029 untuk Seri A dan 1 April 2031 untuk Seri B.

Dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan sepenuhnya untuk penyaluran pembiayaan berkelanjutan, baik melalui pembiayaan baru maupun refinancing, yang masuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Beberapa sektor yang menjadi focus, antara lain pengendalian polusi, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan limbah, pembiayaan UMKM, perumahan terjangkau, serta program penciptaan lapangan kerja, sejalan dengan regulasi POJK No.18/2023 terkait efek utang berbasis keberlanjutan.

Dari sisi kualitas kredit, obligasi ini memperoleh peringkat idAA (Double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kapasitas yang sangat kuat dari perseroan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya.

Peringkat ini juga mengindikasikan tingkat risiko gagal bayar yang relatif rendah dibandingkan instrumen dengan peringkat lebih rendah, meskipun tetap terdapat eksposur terhadap risiko kredit debitur dalam portofolio pembiayaan bank.

Saat ini saham BJBR  diperdagangkan pada PBV sebesar 0.41x dan jauh di bawah rata-rata peers yang umumnya berada di ~1–2x PBV. Diskon valuasi ini terjadi meskipun perseroan masih membukukan ROE sebesar 7.37% dan ROA 0.70%, yang mencerminkan profitabilitas yang relatif stabil. Ke depan, optimalisasi pertumbuhan kredit produktif serta peningkatan efisiensi operasional berpotensi menjadi katalis yang dapat mendorong re-rating valuasi, terutama apabila perseroan mampu meningkatkan level profitabilitas. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Iran Lancarkan Serangan ke Israel

BRIEF.ID - Iran melancarkan serangan ke Israel sebagai balasan...

Menkeu: Pemerintah Belum Berencana Naikkan Harga BBM

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan,...

Budi Karya Sumadi Penuhi Panggilan KPK

BRIEF.ID - Menteri Perhubungan periode 2019-2024 Budi Karya Sumadi...

Konflik Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Minyak

BRIEF.ID - Harga minyak dunia melonjak pada Senin (9/3/2026)...