BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian nasional semakin berkualitas, pada tahun 2026. Optimisme itu disampaikan Menkeu saat berbicara pada Acara Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas,” di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menkeu memaparkan langkah-langkah awal yang diambil pemerintah sejak akhir 2025 berhasil membalikkan tren perlambatan ekonomi yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik, jika tidak ditangani.
“Kalau kita melihat pada Agustus-September 2025, turun ke level yang rendah sekali. Kita tahu kalau nggak dibalik, stabilitas sosial, politik akan terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga,” ujarnya.
Disebutkan, percepatan belanja negara dan perbaikan iklim investasi menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada awal 2026, salah satunya adalah membentuk Satgas percepatan dan debottlenecking untuk memperbaiki iklim investasi dan mendorong sektor riil.
“Jadi, kita akan mendorong pertumbuhan sektor riil. Stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Kalau butuh subsidi atau insentif, kita akan pertimbangkan sesuai dengan keadaan. Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector jalan,” ungkapnya.
Menurut Menkeu, efektivitas kebijakan sempat tertahan akibat kurang sinkronnya respons kebijakan moneter. Namun, ia memastikan bahwa koordinasi dengan Bank Sentral kini sudah diperkuat dan telah mencapai kesepahaman untuk menjaga keseimbangan likuiditas di pasar agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan searah.
“Kami diskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang sudah dapat titik tengah, bagaimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik agar fiskal moneter lebih sinkron,” kata Menkeu. (nov)


