Browsing Tag

JokoWidodo

News Weekly Brief

Ketua DPD RI: Kami Dukung Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

August 16, 2019

Jakarta h Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang (OSO), mendukung rencana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Menurutnya, rencana tersebut sudah dibahas oleh dirinya dan Jokowi.

“Kami mendukung rencana Pemerintah untuk segera merealisasikan pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan,” kata OSO.
Penyataan ini dikatakan oleh OSO dalam pidatonya di Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jakarta, Jumat (16/8/2019). OSO menambahkan bila DPD akan memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah untuk rencana pemindahan ibu kota ini.

“Terkait hal itu semua, DPD RI sebagai representasi daerah akan konsisten dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah yang ada di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.

Selain soal ibukota baru, OSO juga mengingatkan soal ancaman dan tantangan bagi Indonesia di era globalisasi. Senator asal Kalimantan Barat itu menyebut bila liberalisasi dan paham radikal adalah 2 tantangan besar untuk Indonesia ke depan. Karena kedua paham tersebut sangat bertentangan dengan paham Pancasila yang selam ini dianut oleh Indonesia.

“Tantangan berat tersebut adalah merebaknya dua paham besar, yakni liberalisasi dan paham radikal. Atas nama kebebasan dan demokrasi, dua paham ini telah bergerak secara radikal ke anak-anak ibu pertiwi,” ujar OSO.

“Dua paham tersebut telah masuk ke masyarakat kita dengan mempertentangkan antara Pancasila dan Agama. Pancasila yang telah menjadi konsensus final kita dalam bernegara, telah dikaburkan oleh mereka,” sambungnya.

Karenanya, OSO mengingatkan bila Pancasila harus kembali dibumikan di Indonesia. Dirinya ingin sejak anak-anak hingga orang dewasa memiliki pemahaman yang sama terkait gagasan-gagasan dasar dalam Pancasila.

“Pancasila sebagai filsafat kita dalam bernegara harus terimplementasi secara Terstruktur, Sistematis, dan Massif di semua lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan elit hingga masyarakat yang bersandal jepit. Mulai dari anak-anak dan remaja, hingga kalangan yang sudah dewasa,” pungkas OSO.

(Bisma)

News Weekly Brief

Soal Biodiesel, Jokowi: Awal 2020 Kita Pindah ke B30, Akhir 2020 ke B50

August 13, 2019

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki harapan yang sangat besar pada sektor biodiesel di tahun 2020. Dirinya menilai penerapan kebijakan biodiesel 20 persen atau B20 sangat signifikan menekan anggaran negara hingga USD 5,5 miliar per tahun.

Jokowi ingin pada tahun 2020 mendatang Indonesia bisa menerapkan B30 dan pada akhir 2020, Indonesia langsung ke B50. Hal ini, lanjutnya, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi fosil dan impor bahan bakar.

“Saya ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30. Selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” kata Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019) kemarin.

“Kita ingin lebih cepat dan mulai dari B20 ini kita ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan juga yang paling penting kita ingin mengurangi impor minyak kita,” lanjutnya

Jokowi mengatakan kebijakan biodiesel akan memberikan keuntungan bagi industri kelapa sawit. Selain itu, kebijakan tersebut juga bisa memberikan posisi tawar yang lebih tinggi untuk Indonesia.

“Yang tidak kalah pentingnya, penerapan B20 juga akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar yang kita harapkan menimbulkan multiplier effect terhadap 17 petani, pekebun, dan pekerja yang ada di (industri) kelapa sawit,” tuturnya.

“Tekanan terhadap kelapa sawit kita saya kira perlu diantisipasi dari dalam negeri sehingga kita memiliki sebuah bargaining position yang baik,” sambung Jokowi.

Di akhir rapat, Jokowi kembali ingatkan harapan pada biodiesel di 2020. Dirinya meminta komitmen penuh dari para Menteri untuk menyukseskan kebijakan tersebut.

“Perlu saya sampaikan di sini bahwa saya akan cek langsung urusan yang berkaitan dengan penggunaan B20 ini termasuk nanti kalau meloncat ke B30,” pungkasnya.

(Bisma)

News Weekly Brief

Jokowi Ragu Kinerja PLN?

August 5, 2019

Jakarta – Pada hari Minggu tanggal 4 Juli 2019, tiga Provinsi di Indonesia harus menghadapi kegelapan yang cukup panjang, karena adanya pemadaman listrik hampir 12 jam. Pemadaman tersebut disebabkan adanya kesalahan sistem aliran listrik dari salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pemadaman tersebut mengakibatkan sejumlah aktivitas terhenti. Sehingga membuat masyarakat harus menanggung resikonya.

Adanya kejadian tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) langsung mengunjungi Kantor Pusat PLN. Di sana, ia mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang terjadi saat pemadaman listrik tersebut, yang berkaitan dengan kinerja PLN.

Jokowi mengungkapkan pemadaman listrik seharusnya tidak berlangsung lama. Karena pekerja yang bekerja di PLN rata-rata orang yang memiliki pengetahuan yang tinggi.

“Pertanyaan saya Bapak/Ibu semuanya ini kan orang pintar-pintar apalagi urusan listrik sudah bertahun-tahun, apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkulasi bahwa akan ada kejadian-kejadian sehingga kita tahu sebelumnya. Kalau tahu-tahu drop gitu artinya pekerjaan-pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi, dan itu betul-betul merugikan kita semua,” kata Jokowi di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8).

Jokowi juga menegaskan untuk secepatnya listrik yang masih belum 100% menyala untuk disegerakan aktif seperti biasa. Agar semua aktivitas kembali normal.

“Hal-hal yang menyebabkan peristiwa besar ini terjadi sekali lagi saya ulang jangan sampai kejadian lagi, itu saja permintaan saya.”

News

Kegembiraan Artis Berhijab di Konser Putih Bersatu

April 15, 2019

JAKARTA — Kegembiraan dan kemeriahan Konser Putih Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (13/4/2019) kemarin, terekam dalam media sosial para selebritis milenial berhijab.

Aktris cantik Zaskia Adya Mecca contohnya. Ia mengunggah sejumlah momen saat berada di panggung ajang dukungan bagi pasangan capres cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Kiai Haji Ma’ruf Amin tersebut melalui akun Instagram-nya.

Mulai dari berfoto dengan vokalis Slank Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, hingga pencipta lagu Jogja Istimewa Yogya Marzuki Mohammad alias Kill the DJ. Latar belakangnya, tentu kerumunan massa yang memenuhi GBK.

Momen menarik ketika istri sutradara Hanung Brahmantyo itu merekam insiden yang dialami Ayu Shita di atas panggung. Rambut Ayu nyangkut di kipas portabel yang ia bawa.

“Mohon maaf enggak bantuin. Saya bantu mengabadikan aja, gimana?” kata Zaskya yang tidak bisa menahan tawa atas insiden itu.

Ayu Shita hanya bisa pasrah. Sambil dibantu Yuni Sara melepaskan rambutnya yang melilit daun kipas, ia mengobati rasa malunya dengan mengatakan bahwa kejadian yang sama pernah dialami diva internasional Beyonce.

“Aku kayak Beyonce. Pernah kan dia nyangkut di fan?” kata Ayu.

Aktris berhijab lain yang turut memeriahkan konser, yakni Chaca Frederica. Sejak datang ke area konser, Chaca sudah merekam momen serunya di akun Instagram-nya.

Dari dalam mobil yang sedang berjalan dengan jendela terbuka, Chaca mengungkapkan kekagumannya atas militansi masyarakat pendukung Jokowi-Ma’ruf yang hadir.

“Bissmilahirrohmanirohim, pesta demokrasi. Masya Allha tabarrakallah,” ujar Chaca.

Ia pun sempat memberikan semangat kepada sesama pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Yeeeeeaa…semangat semuanya. Masya Allah. Semangat, semangat,” ujar Caca lagi.

Di atas panggung pun sama hebohnya. Saat Jokowi dan Kiai Ma’ruf masuk ke area stadion, ia langsung mengarahkan kamera ponselnya ke pintu VVIP yang dilalui keduanya.

“Bapak, masya Allah, bissmillah bismillah, selamat berjuang Bapak,” pekik Chaca heboh.

-Membaca Fenomena Dukungan dari Milenial Berhijab-

Ulama pendukung Jokowi, Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang angkat bicara mengenai banyaknya milenial berhijab yang mengekspresikan pilihan politiknya seperti Zaskya dan Chaca.

Menurut dia, hal ini merupakan hal yang positif. Sebab itu menunjukkan bahwa muslimah muda sudah sadar akan politik. Mereka tidak malu-malu menunjukkan dukungannya di media sosial.

TGB sekaligus mengapresiasi mereka lantaran dukungan tersebut menjadi bukti bahwa kaum muda Muslim tidak termakan berita hoaks, fitnah dan ujaran kebencian.

“Pendukung Jokowi-Ma’ruf adalah generasi baru muslimah muda Indonesia yang independen, artikulatif dan sangat menghargai ruang kreatif yang tercipa pada masa 4,5 tahun pemerintahannya Pak Jokowi,” ujar TGB kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Pendapat senada diungkapkan Ustaz Yusuf Mansur.

“Alhamdulilah, ini semakin menguatkan apa yang telah saya katakan sejak dahulu tentang ke-Islam-an Pak Jokowi,” ujar dia.

Justru, Ustaz Mansyur menilai, selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi justru memuliakan Islam melalui berbagai berbagai kebijakannya, salah satunya, yakni penetapan Hari Santri Nasional dan pendirian Bank Wakaf Miko.

News Weekly Brief

Arie Kriting: Hanya Jokowi yang Peduli Orang Timur

April 8, 2019

Jakarta, 8 April 2019 – Komika asal Indonesia Timur, Arie Kriting menyatakan bahwa Sepanjang Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, masyarakat Indonesia bagian Timur dapat menikmati berbagai macam fasilitas infrastruktur.

“Saya mendukung, karna hanya pak Jokowi yang peduli orang timur,” kata Arie di Menara BTPN, Jakarta Selatan, Senin (8/4).

Ia menjelaskan di tahun-tahun sebelum masa pemerintahan Jokowi, masyarakat yang tinggal di bagian timur tidak memiliki kesempatan untuk merasakan fasilitas seperti di Jawa. Tapi semenjak pemerintahan Jokowi, wilayah Indonesia Timur dapat merasakan fasilitas tersebut.

“Dulu kampung saya engga punya bioskop, tapi 2 tahun kemarin sudah punya bioskop.”

Dijelaskannya bahwa adanya fasilitas tersebut, secara tidak langsung sudah membuka gerbang lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang tinggal di bagian timur. “Sehingga sekarang banyak masyarakat yang sudah bisa bekerja di bioskop,” ujarnya.

“Dulu saya mengkritik pemerintah karena tidak peduli dengan orang timur. Tapi sekarang sudah, makanya kami siap dukung yang sudah membantu mengembangkan Indonesia Timur.”

News Weekly Brief

Ratusan Seniman dan Budayawan Akan Ramaikan Koser Putih Bersatu Jokowi-Ma’ruf

April 8, 2019

Jakarta, 8 April 2019 – Masyarakat Indonesia yang tergabung dalam berbagai kelompok komunitas, pekerja seni, organisasi massa, dan relawan pendukung Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin, akan menggelar sebuah konser besar bertajuk Konser Putih Bersatu “Menuju Kemenangan Indonesia Maju” yang digelar pada tanggal 13 April 2019 nanti.

“Gerakan bareng Jokowi, gerakan yang tujuannya ingin melihat dan mendorong pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin untuk terus melanjutkan yang telah dilakukan Jokowi dan Jusuf Kalla. Karna kita merasa apa yang mereka lakukan sudah tepat dan tertata, kita mewujudkan untuk terjadi,” kata Penggagas Konser Putih Bersatu, Abdee Negara di Menara BTPN, Jakarta Selatan, Senin (8/4).

Abdee menyatakan kegiatan tersebut akan menampilkan lebih dari 500 artis, seniman, musisi, dan budayawan. Ia juga menambahkan bahwa sebanyak 1000 perwakilan tokoh masyarakat dan lebih dari 150 ribu anggota masyarakat yang tergabung dalam 138 komunitas.

“Angka ini akan terus bertambah, sehingga masyarakat yang ingin ikut Konser Putih Bersatu ini bisa datang ke GBK. Masyarakat yang datang tidak akan dikenakan biaya alias gratis.”

Dijelaskan bahwa masyarakat yang ingin hadir di Konser Putih Bersatu dapat langsung datang ke Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Namum harus mengikuti prosedur yang sudah diumumkan, seperti mendaftar terlebih dahulu. Ia menyatakan pendaftaran dilakukan agar dapat menghitung jumlah pengunjung yang datang, hal tersebut dilakukan kapasitas GBK tidak dapat memuat banyak pengunjung.

Namun ia mengatakan bahwa panitia acara akan menyediakan sebuah layar besar di luar GBK, agar masyarakat yang tidak bisa masuk dapat melihat melalui layar tersebut. “Kalau yang tidak bisa masuk ada disediakan screen besar, sehingga semua yang ada di luar bisa liat.”

News Weekly Brief

Presiden Jokowi Yakini Pengembangan KEK Majukan Perekonomian Setempat

April 1, 2019

Manado – Presiden RI Joko Widodo pada Senin, 1 April 2019, meresmikan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) beserta infrastruktur pendukung sarana pendidikan. Peresmian dilangsungkan di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara, sebelum bertolak menuju Provinsi Papua.

Ketiga KEK tersebut ialah KEK Bitung di Sulawesi Utara, KEK Morotai di Maluku Utara, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kalimantan Timur. Sementara infrastruktur pendukung sarana pendidikan yang turut diresmikan ialah rumah susun Institut Agama Islam Negeri Manado dan rumah susun Universitas Kristen Tomohon.

“Ini (KEK) sudah mulai (pembangunannya). Tadi saya tanya ke Pak Gubernur, yang di Bitung sudah mulai kemudian banyak investor baru yang antre di situ. Morotai tadi Pak Gubernur Maluku Utara juga sudah menyampaikan sudah dimulai di sana,” ujar Jokowi.

Dijelaskan adanya pembangunan sejumlah KEK di kawasan timur Indonesia ini akan muncul pemerataan pembangunan. KEK tersebut diharapkan dapat memajukan perekonomian setempat yang kebanyakan bergantung pada industri pengolahan bahan baku dan pariwisata.

“Kita harapkan yang dulunya kita selalu mengekspor ke luar negeri itu dalam bentuk bahan mentah nantinya akan ada pengolahan industri di dalam negeri baik untuk perikanan, baik nanti kelapa sawitnya, dan produk-produk perkebunan yang lain, termasuk di dalamnya pariwisata,” ucapnya.

Selain itu, dengan banyaknya investasi yang masuk ke wilayah tersebut seiring dengan pembangunan KEK, lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat juga diperkirakan akan terbuka lebar. Dengan itu masyarakat setempat akan turut merasakan hasil dari pembangunan tersebut.

“Industri pengolahan, industri-industri yang lain, pabrik-pabrik, akan buka di kawasan-kawasan industri ini sehingga kita harapkan terbuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Untuk diketahui, sejumlah KEK yang diresmikan tersebut memang memiliki fokus berupa pengolahan komoditas pertanian setempat dan perikanan. KEK Bitung misalnya, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution mengatakan bahwa berdasarkan potensi wilayah dan keunggulan geostrategis wilayah tersebut, KEK Bitung seluas 534 hektare diharapkan mampu mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro, dan farmasi.

“Fokusnya adalah pengolahan kelapa, di sini banyak kelapa. Kemudian yang kedua perikanan dan yang ketiga adalah farmasi. Ada beberapa investor yang tertarik masuk ke sini untuk industri farmasi,” ucap Darmin sebelum acara peresmian.

Adapun KEK Morotai memiliki keunggulan berupa keindahan pantai dan pemandangan bawah laut yang indah. Dahulu, Pulau Morotai diketahui juga merupakan salah satu basis militer pada Perang Dunia II sehingga berpotensi menjadi daerah wisata.

“Fokusnya adalah industri perikanan dan pariwisata karena itu adalah daerah bekas pangkalan militer peninggalan Perang Dunia II dulu sehingga cocok sebagai tempat pariwisata,” tutur Darmin.

Sedangkan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan memiliki luas 557 hektare yang akan ditujukan sebagai kawasan pengolahan kelapa sawit, energi, dan logistik. Daerah tersebut memang kaya akan sumber daya alam terutama kelapa sawit sehingga diharapkan akan menjadi pusat pengolahan komoditas tersebut beserta segala produk turunannya di samping industri lain seperti industri mineral, gas, dan batu bara.

Hingga saat ini ada 12 KEK yang ada di Indonesia. KEK akan mendapatkan berbagai insentif dan fasilitas khusus seperti kemudahan perizinan, intensif pajak, intensif kepabeanan dan cukai, fasilitas lalu lintas barang, kemudahan keimigrasian, insentif ketenagakerjaan, dan insentif pertahanan.

News Weekly Brief

Erick Thohir : Kematangan Pemimpin Makin Diperlihatkan Capres Jokowi di Debat IV Pilpres 2019

March 31, 2019

Jakarta, 31 Maret 2019 – Calon Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terus menunjukkan sosok terdalamnya sebagai seorang pemimpin dan negarawan saat menghadapi Debat IV PIlpres 2019 yang dilaksanakan di Hotel Shangri-la, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Padahal sebelum debat dimulai, beberapa pengamat menilai materi debat IV akan lebih dikuasai Capres 02 yang punya latar belakang militer. Namun, dalam berbagai adu argumen dan program kerja, terlihat dengan jelas bahwa Jokowi lebih fasih saat menerangkan dengan rinci empat masalah yang dibahas.

“Saya menilai, Jokowi sangat tenang sekali dan menguasai materi debat seri empat itu. Ia mampu mementahkan segala argumentasi Prabowo, dengan menunjukkan hasil kerja. Bahkan, dengan istilah yang kekinian, Dilan, atau Digital Melayani, Jokowi menunjukkan ketenangan saat debat berlangsung,” ujar Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, usai menonton Debat IV yang disiarkan langsung stasiun televisi, Metro TV, Indosiar, dan SCTV.

Erick menambahkan, ketenangan yang diperlihatkan Jokowi tak hanya saat melontarkan istilah-istilah yang cerdas, seperti Dilan, E-Procurement, E-Government, atau E-Budgeting, tapi Jokowi juga menonjolkan sikap kearifan dan negarawan saat memberikan contoh kepada Prabowo. “Waktu Prabowo mengeluh soal dirinya dituduh, Jokowi dengan tenang bilang, “saya juga sering dituduh, pak, tapi tenang saja”. Saya salut karena sikap negawaran Jokowi semakin terlihat,” ungkapnya.

Kepiawaian Jokowi, dinilai Erick, juga diperlihatkan saat membahas mengenai masalah pertahanan dan keamanan. Di bidang yang sebenarnya dikuasai Prabowo, malah berlangsung sebaliknya. Jokowi lebih mahir dalam menjelaskan bagaimana sistem pertahanan dan keamanan dibangun.

“Jokowi sangat tenang, tidak emosi, dan matang sekali. Kalimat, “Pak Prabowo tidak percaya dengan TNI kita,”, merupakan pernyataan yang cukup menohok dan tegas. Apalagi, Jokowi bercerita bahwa dirinya melihat langsung ke perbatasan di Natuna atau Sorong. Penjelasan soal investasi alutsista TNI dalam industri militer, termasuk juga dalam menghadapi perang terbuka dan tehnologi, sangat cerdas untuk pengalihan tehnologi,” tambah Erick.

Penjelasan Jokowi mengenai pendekatan Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, dinilai Erick juga sangat prima. Menurutnya, dengan menggunakan pendekatan sebagai negara yang mayoritas muslim, Jokowi mampu menjelaskan usaha-usaha yang sudah dilakukan dan hal itu merupakan kekuatan diplomasi Indonesia.

Pujian atas penampilan Jokowi matang, juga diungkapkan para penonton acara Nobar Debat IV Pilpres yang berlangsung di The Hall, Senayan City, Jakarta. Pernyataan Jokowi mengenai Dilan atau “Digital Melayani” atau tehnologi basis menunjukkan bahwa Jokowi sudah berpikir tiga langkah ke depan dibandingkan capres 02.

“Sulit jika Prabowo masih berfikir bahwa digital tidak penting. Pola pikirnya tidak sama. Sementara, Jokowi sudah berpikir soal pelayanan cepat dan digital. Saya suka pemikiran Jokowi yang ingin mengubah kultur budaya masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi era digital agar Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya,” ujar Asty, relawan yang khusus datang dari Malaysia.

News Weekly Brief

10.000 Pengusaha Indonesia Dukung Jokowi – Amin

March 22, 2019

Jakarta – Sebanyak 10 ribu pengusaha mendeklarasikan dukungan untuk calon Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin Republik Indonesia, dalam acara yang bertemakan ‘Kerjo – Pengusaha Pekerja Pro Jokowi’ di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

Pada acara teresebut dihadiri pengusaha-pengusaha besar Indonesia seperti Ketua Kadin Rosan Roeslani, Eric Tohir yang juga berperan sebagai Ketua Kampanye Tim Nasional (TKN), Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, dan beberapa lainnya. Tidak hanya itu, dihadiri pula beberapa artis ternama seperti penyanyi kondang Indonesia Yuni Sarah dan Memes.

Hariyadi mengungkapkan bahwa di era politik saat ini, mendapat sebuah dukungan dari para pengusaha cukuplah sulit. Hal ini dikarenakan pengusaha harus bersikap netral, tidak boleh mendukung salah satu pihak.

“Cukup sulit dukungan dari pengusaha di politik. Karena akan ada resiko di dunia usaha. Tapi mereka ada di sini untuk mendukung anda (Jokowi), dan dukungan kami tidak sendirian, tapi juga ada pendukung dari mitra kerja kami,” kata Haryadi di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

Sedangkan, Rosan mengajak semua pengusaha untuk memilih pemimpin yang tepat dan memiliki jam kerja yang terbukti nyata. Kita ke TPS (Tempas Pemungutan Suara) tidak lebih dari lima menit. Tapi waktu itu yg menentukan waktu kita ke 5 tahun ke depan untuk masa depan NKRI,” kata Rosan.

Pada kesempatan yang sama, Calon Presiden RI Nomor 1 Joko Widodo mengatakan bahwa dukungan dari para pengusaha di Indonesia memberikan sebuah kekuatan besar, yang membuat dirinya tetap optimis untuk terus maju. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia bukanlah negara kecil, sehingga dibutuhkan sebuah pemimpin yang kaya akan pengalaman bukan sekedar mencoba-coba.

“Saya sampaikan bahwa negara Indonesia merupakan negara besar bukan negara kecil dan kita ini di berikan ke anugrahan perbedaan. Ini bisa menjadi kekuatan dan bisa menyelamatkan kita. Negara sebesar Indonesia ini, ini adalah kapal besar yang memerlukan nahkoda. Yang pastinya memiliki pengalaman yang baik, saya yang beruntung mendapatkan pengalaman yang dari bawah. Dari walikota dua tahun menengah gubernur dan presiden.”

“Sekali lagi, saya ingat waktu saya jadi walikota, waktu jadi pengusaha. Waktu saya jadi pengusaha jadi walikota membutuhkan waktu 2 tahun untuk beradaptasi. Kalau saya engga memiliki pengalaman sebagai walikota dan gubernur. Artinya apa jgn di berikan kepada yang masih coba-coba,” tambahnya.

News Weekly Brief

Presiden Resmikan Terminal Baru Bandara Radin Inten II di Lampung

March 8, 2019

Lampung – Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Bandar Udara Radin Inten II, Lampung Selatan, pada Jumat, 8 Maret 2019 pada pukul .07.45 WIB. Kunjungan tersebut merupakan kegiatan untuk meninjau aktivitas di terminal baru bandara tersebut.

“Saya tadi sudah perintahkan kepada Menteri Perhubungan. Yang pertama agar bandara ini paling lama dua minggu sudah ada penerbangan internasional,” ujar Presiden Joko Widodo saat peninjauan.

Selain itu, Kepala Negara juga menginstruksikan agar fasilitas transportasi dari Kota Bandar Lampung menuju bandara tersebut harus benar-benar dipersiapkan untuk mempermudah masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan bandara itu sendiri.

“Sehingga kalau nanti kapasitas bandara ini membesar, karena _growth_-nya sangat tinggi di sini, itu sudah ada persiapan kereta bandaranya,” imbuhnya.

Dengan adanya pengembangan bandara ini dan pembangunan terminal baru bandara lainnya (Bandara Silampari), Presiden Joko Widodo berharap agar pergerakan ekonomi di wilayah Lampung dan sekitarnya dapat terangkat naik.

“Tempat-tempat wisata di Lampung banyak sekali. Kemudian bisnis dan investasi di Lampung juga banyak sekali. Ini akan mendukung kecepatan pertumbuhan dari Bandara Radin Inten II ini,” tuturnya.

Bandara Radin Inten II saat ini diketahui melayani total 34 penerbangan reguler dengan rata-rata okupansi penumpang kurang lebih 7.500 per hari. Bandara ini juga dapat melayani operasional pesawat sejenis Boeing 737 dan memiliki gedung parkir khusus empat lantai seluas yang dapat menampung ratusan kendaraan.

Saat ini jumlah penerbangan dari Lampung-Jakarta 5 kali penerbangan /perhari. Saat ini penerbangan untuk rute Lampung-Jakarta pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB, 12.45 WIB, dan 20.10 WIB.

Bandar Udara Radin Inten II ini merupakan mengusung kearifan budaya lokal dan dibangun di atas lahan seluas lebih dari 9.000 meter persegi. Terminal tersebut mulai dibangun sejak 2016 lalu dan kini siap dioperasikan untuk penerbangan internasional.

Sementara itu, dalam peninjauan ini Kepala Negara sekaligus melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian terminal baru Bandar Udara Internasional Radin Inten II dan peresmian terminal baru Bandar Udara Silampari.