Survei SMRC: Hanya 15,7 Persen Warga Nilai Kondisi Ekonomi Indonesia Baik

BRIEF.ID – Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan penilaian publik terhadap kondisi ekonomi Indonesia mengalami penurunan tajam.

Dalam survei nasional yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026, hanya 15,7 persen responden yang menyatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kategori baik atau sangat baik.

Sebaliknya, sebanyak 49 persen warga menilai kondisi ekonomi nasional berada dalam kategori buruk atau sangat buruk, sedangkan 31,8 persen responden menilai kondisi ekonomi berada pada tingkat sedang.

Sementara itu, 3,5 persen responden tidak memberikan jawaban atau menyatakan tidak tahu. Data tersebut menunjukkan persepsi negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi kini lebih dominan dibandingkan penilaian positif.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan, penurunan penilaian terhadap kondisi ekonomi berlangsung cukup drastis jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya.

“Dalam sembilan bulan terakhir, sentimen positif terhadap kondisi ekonomi turun dari 40 persen pada survei November 2025 menjadi hanya 15,7 persen pada survei Juli 2026. Sebaliknya, sentimen negatif meningkat dari 27 persen menjadi 49 persen,” tuturnya di Jakarta, Senin (27/7).

SMRC juga mencatat, persepsi masyarakat mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini menjadi salah satu faktor yang memiliki hubungan sangat kuat dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pemaparan hasil survei disebutkan bahwa evaluasi publik terhadap kinerja Presiden memiliki korelasi yang sangat tinggi dengan penilaian terhadap kondisi ekonomi, dengan nilai koefisien korelasi (Pearson’s r) mencapai 0,996. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan korelasi dengan persepsi terhadap kondisi politik maupun penegakan hukum.

Selain itu, survei yang sama juga menemukan bahwa hampir separuh masyarakat merasa kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih buruk dibandingkan satu tahun lalu. Sebanyak 45,8 persen responden menyatakan kondisi ekonomi memburuk, sementara hanya 22,7 persen yang menilai kondisi ekonomi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

SMRC menyimpulkan bahwa merosotnya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, bersama dengan penilaian terhadap kondisi politik dan penegakan hukum, berkaitan erat dengan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden.

Sebagai informasi, survei nasional SMRC dilaksanakan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan responden yang mewakili populasi pemilih di Indonesia.

Hasil survei ini menggambarkan persepsi publik terhadap berbagai aspek kondisi nasional, termasuk ekonomi, politik, penegakan hukum, serta evaluasi terhadap kinerja pemerintahan. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Kirim Ribuan Dosen dan Mahasiswa ke 53 Kawasan Transmigrasi

BRIEF.ID – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengerahkan sebanyak...

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Pertama dalam Sejarah Indonesia

BRIEF.ID - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengundurkan...

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk Sebagai Penjabat Sementara

BRIEF.ID — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan...

Ukraina Serang Jalur Logistik Rusia ke Iran

BRIEF.ID – Ukraina mengklaim telah melancarkan serangan terhadap jalur...