BRIEF.ID – Pemerintah Kota Shanghai terus mendorong pembangunan ruang terbuka hijau di tengah keterbatasan lahan kota metropolitan. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 taman telah dibangun, mencakup berbagai jenis taman yang dapat dinikmati publik.
Menurut Biro Administrasi Pemandangan Kota dan Tata Ruang Shanghai, total taman yang telah dikembangkan meliputi 522 taman kota, 371 taman kecil, 119 taman rekreasi hutan, serta satu taman bertema. Hal ini menunjukkan pencapaian dari upaya kreatif pemerintah dalam memanfaatkan lahan tidak terpakai menjadi ruang hijau publik.
“Sebagai kota besar dengan lahan terbatas, kami berinovasi dengan mengubah area kosong, lahan tak produktif, hingga ruang di bawah jalan layang menjadi taman hijau,” ujar Guan Qunfei, pejabat dari biro tersebut, dalam keterangannya yang dilansir oleh Kantor Berita Antara pada Jumat (29/8/2025).
Selain itu, fasilitas hijau milik institusi, sekolah, dan perusahaan kini juga mulai dibuka untuk umum. Langkah ini menambah lebih dari 100 hektare ruang hijau yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas.
Sejak tahun 2021, Shanghai berhasil menambah lebih dari 2.500 hektare taman kota. Hal ini berdampak langsung terhadap peningkatan luas ruang hijau per kapita, dari sebelumnya 8,5 meter persegi menjadi 9,5 meter persegi.
Ke depan, dalam rencana pengembangan lima tahun mendatang, Shanghai menargetkan pembangunan lebih dari 500 taman tambahan. Dengan rencana tersebut, kota ini berharap dapat kembali meningkatkan luas ruang hijau per kapita sebesar 1 meter persegi.
Peningkatan ruang hijau ini diharapkan tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga, menciptakan ruang rekreasi yang sehat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah urbanisasi yang pesat. (ano)