BRIEF.ID – Dua belas tahun setelah pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH370 hilang bersama 239 orang penumpang di dalamnya, pencarian dasar laut yang diperbarui di Samudera Hindia bagian selatan, sejauh ini gagal menemukan pesawat yang hilang tersebut, kata pihak berwenang Malaysia pada Minggu (8/3/2026). Di sisi lain, keluarga korban mendesak agar upaya pencarian dilanjutkan.
Biro Investigasi Kecelakaan Udara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pencarian dasar laut yang dilakukan oleh perusahaan robotika kelautan Ocean Infinity antara Maret 2025 dan Januari 2026 telah meneliti ribuan kilometer per segi dasar laut tetapi belum menghasilkan temuan pasti tentang puing-puing pesawat.
Pemerintah Malaysia memberikan persetujuan kepada perusahaan yang berbasis di Texas itu, tahun lalu untuk memperbarui pencarian Penerbangan MH370 di bawah kontrak “tidak ditemukan, tidak ada biaya” di lokasi baru seluas 15.000 kilometer per segi (5.800 mil per segi) di Samudera Hindia bagian selatan tempat pesawat tersebut diyakini jatuh. Ocean Infinity hanya akan dibayar US$ 70 juta jika puing-puing pesawat ditemukan.
Pencarian dilakukan selama 28 hari dalam dua fase yaitu pada 25–28 Maret tahun lalu dan 31 Desember 2025 hingga 23 Januari 2026, meliputi sekitar 7.571 kilometer per segi (2.923 mil per segi) dasar laut, kata biro itu. Cuaca secara berkala mengganggu operasi, kata pihak Ocean Infinity.
“Kegiatan pencarian yang dilakukan belum menghasilkan temuan apa pun yang mengkonfirmasi lokasi puing-puing pesawat,” katanya dalam sebuah pernyataan. Mereka tidak memberikan rincian tentang kapan pencarian akan dilanjutkan.
Pesawat Boeing 777 menghilang dari radar tak lama setelah lepas landas pada 8 Maret 2014, membawa 239 orang, sebagian besar warga negara Tiongkok, dalam penerbangan dari ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, ke Beijing. Data satelit menunjukkan pesawat berbelok dari jalur penerbangannya dan menuju selatan ke Samudera Hindia bagian selatan, tempat pesawat tersebut diyakini jatuh.
Pencarian multinasional yang mahal gagal menemukan petunjuk apa pun tentang lokasinya, meskipun puing-puing terdampar di pantai timur Afrika dan pulau-pulau Samudera Hindia. Pencarian pada tahun 2018 oleh Ocean Infinity juga tidak menemukan apa pun.
Voice 370, yang mewakili keluarga beberapa penumpang pesawat yang hilang, mendesak pemerintah untuk memperpanjang kontrak Ocean Infinity dan mempertimbangkan pengaturan serupa dengan perusahaan eksplorasi laut dalam lainnya.
Meskipun kontrak Ocean Infinity berlaku hingga Juni 2026, kelompok tersebut mengatakan bahwa kapal perusahaan telah dialihkan untuk pekerjaan lain dan kemungkinan tidak akan segera kembali untuk menyelesaikan area pencarian yang tersisa karena musim dingin yang akan datang dan kondisi laut yang memburuk.
“Pemerintah tidak membayar apa pun kecuali pesawat ditemukan. Oleh karena itu, setiap permintaan Ocean Infinity untuk memperpanjang kontrak pencarian harus diberikan tanpa ragu-ragu. Jika pencarian saat ini tidak berhasil, kami juga mendesak Malaysia mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan serupa dengan kebijakan tidak ditemukan, tidak ada biaya kepada perusahaan eksplorasi laut dalam lain yang mampu melakukan pencarian,” demikian diungkapkan Voice 370.
Kelompok itu berjanji akan “terus berjuang untuk mendapatkan jawaban. Kami tidak akan pernah menyerah!” (Associated Press/nov)


