BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (19/2/202), tertekan ke level Rp16.300 imbas perundingan terkait perang Rusia-Ukraina.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,32% atau 52 poin menjadi Rp16.330 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.278 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terkait dengan perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina, seiring pertemuan pejabat tinggi AS dan Rusia, di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (18/2/2025).
Pejabat tinggi AS dan Rusia bertemu untuk merundingkan upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina, namun tidak menyertakan perwakilan Ukraina maupun Uni Eropa.
Hal ini telah memicu protes dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang menyatakan tidak akan menerima perundingan apapun terkait upaya mengakhiri perang, yang tidak menyertakan pihak Ukraina.
Pejabat tinggi Uni Eropa juga mempertanyakan pertemuan pejabat tinggi AS-Rusia di Arab Saudi, karena tidak melibatkan mereka sebagai mitra AS di NATO.
Hal ini menambah ketidakpastian, sehingga indeks dolar AS menguat dan menekan sejumlah mata uang dunia, khususnya di emerging market, termasuk Indonesia.
Pada perdagangan Selasa (18/2/2025), indeks dolar AS naik 0,34% menjadi 106,9. Sementara pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS naik lebih tinggi menjadi sebesar 107,4.
Hal itu membuat mayoritas mata uang Asia dibuka melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, antara lain Yen Jepang (-0,38%), Dolar Singapura (-0,06%)m Dolar Taiwan (-0,07%), dan Won Korea Selatan (-0,1%).
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan masih tertekan dan bergerak di kisaran Rp16.230 per dolar AS hingga Rp16.330 per dolar AS.