Rupiah Merosot Sentuh Level Rp16.740 per Dolar AS, Investor Hindari Mata Uang Emerging Market

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga menyentuh level Rp16.740 nper dolar Amerika Serikat (AS), pada Senin (5/1/2026), seiring investor menghindari mata uang negara-negara berkembang atau emerging market.

Pada awal pembukaan transaksi antar bank hari ini, kurs rupiah sempat, bergerak menguat tipis 0,02% atau 3 poin menjadi Rp16.722 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.725 per dolar AS. Hal serupa juga terjadi pada nilai tukar rupiah di pasar spot, yang menguat 0,1% menjadi Rp16.709 per dolar AS.

Meski demikian, penguatan rupiah tak bertahan lama, dan perlahan merosot ke zona merah. Hingga pukul 10:15 WIB, nilai tukar rupiah terpantau berada di level Rp16.740 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, mata uang Asia lainnya juga melemah terhadap dolar AS dan terperosok ke  zona merah, antara lain Ringgit Malaysia (-0,27%), Won Korea Selatan (-0,21%), Dolar Singapura (-0,16%), Yen Jepang (-0,13%), Renminbi Tiongkok Offshore (-0,11%), dan Peso Filipina (-0,04%).

Pelemahan rupiah dan mayoritas mata uang Asia dipicu ketegangan geopolitik antara AS-Venezuela, setelah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap tentara khusus AS atas perintah Presiden AS, Donald Trump, pada Sabtu (3/1/2026).

Nicolas Maduro bersama istrinya kini ditahan di Pusat Penahanan New York AS atas tuduhan menjadi pemimpin kartel narkoba dan senjata, dan dijadwalkan segera menjalani persidangan.

Penangkapan Presidenb Venezuela memicu ketegangan geopolitik, yang memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global. Investor yang khawator diperkirakan akan mengurangi eksposurnya pada aset-aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang, dan mengalihkan modal ke aset safe haven, seperti emas, dolar AS dan US Treasury.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi cenderung tertekan di kisaran level Rp16.740 per dolar AS hingga Rp16.750 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Purbaya Keluarkan PMK Baru, Izinkan Pemerintah Tarik Surplus BI untuk APBN

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan...

ASEAN Soroti Utang Pemerintah RI, Jika Tak Dikendalikan Bisa Alami Krisis Seperti Sri Lanka

BRIEF.ID - Laporan Tahunan dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office...

Presiden Prabowo: Perayaan Natal Nasional Bukti Jati Diri Indonesia Sebagai Bangsa Majemuk

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Perayaan Natal Nasional...

Rosan Temui Presiden Prabowo di Hambalang Bahas Proyek Hilirisasi Danantara

BRIEF.ID - Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) yang juga...