BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat ke level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (30/9/2026), ditopang intervensi Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,31% ataut 56 poin menjadi Rp17.925 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.981 per dolar AS.
Hingga pukul 11:45 WIB, penguatan nilai tukar rupiah terus berlanjut hingga menyentuh level Rp17.878 per dolar AS, naik 0,57% atau 103 poin dari Rp17.981 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026).
Hal serupa terjadi di pasar spot, di mana nilai tukar rupiah hari ini dibuka menguat 0,22% ke level Rp17.936 per dolar AS, dan terus berlanjut ke level Rp17.885.
Penguatan rupiah ditopang oleng intervensi yang dilakukan Bank Indonesia di seluruh pasar, yakni pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Non-Deliveriable Forward (NDF).
Hal itu, juga dipicu melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury, yang sedikit menahan arus modal keluar atau capital outflow asing dari emerging market termasuk Indonesia.
Yield US Treasury tenor 1 tahun terpangkas 4,5 bps ke 6,79%, disusul tenor 2 tahun (-0,5 bps) ke 6,87%, tenor 3 tahun (-0,4 bps) ke 6,95%, tenor 5 tahun (-1,7 bps) ke 7,11%, begitu juga tenor acuan 10 tahun turun 0,9 bps ke 7,2%.
Meski demikian, penguatan rupiah masih dibayangi data indikator ekonomi Indonesia, yakni inflasi dan neraca perdgangan, yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Oktober 2026.
Berdasarkan konsensus Bloomberg, inflasi September 2026 diperkirakan berada di 3,3%, naik dari 3,19% pada Agustus 2026, akibat kenaikan harga minyak dan dampak El Nino.
Sedangkan impor Indonesia periode Agustus 2026 diperkirakan tumbuh 27,8% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 27,02% pada Juli. Sebaliknya, ekspor di periode yang sama diperkirakan hanya tumbuh 2,5%, melambat tajam dari 6,05% pada bulan sebelumnya.
Terkait dengan itu, nilai tukar rupiah hari ini diprediksi masih bergerak menguat terbatas di kisaran level Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.900 per dolar AS. (Jea)


