Rupiah Melemah, Investor Wait and See Jelang Rapat FOMC The Fed

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring sikap investor yang menerapkan mode wait and see menjelang Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 9-10 Desember 2025.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Senin (8/12/2025), nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,37% atau 37,50 poin menjadi Rp16.685 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.648 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Namun tidak lama kemudian, rupiah balik arah ke zona merah.

Sementara nilai tukar dolar AS di Pasar Spot juga dibuka melemah 0,17% ke posisi Rp16.673 per dolar AS. Hingga pukul 11:00 WIB, nilai tukar rupiah terpantau terus melemah dan berada di level Rp16.696 per dolar AS.

Pergerakan rupiah yang tertekan di zona merah dipengaruhi sentimen luar negeri seiring akan digelarnya rapat FOMC atau Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed), yang merupakan Bank Sentral AS.

Rapat FOMC terakhir  di tahun ini, diprediksi menjadi rapat paling alot, seiring terpecahnya pendapat sejumlah petinggi The Fed mengenai kebijakan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR).

Sejumlah Gubernur The Fed di beberapa negara bagian telah mendorong pemangkasan FFR dalam rapat FOMC, namun hingga kini Gubernur The Fed, Jerome Powell masih bersikap hati-hati.

Sementara Kevin Hassett, Direktur National Economic Council yang digadang-gadang akan menggantikan Jerome Powell, secara gamblang mendorong pemangkasan FFR sebesar 25 bps dalam rapat FOMC.

Penurunan suku bunga The Fed akan membuat investasi di aset-aset berbasis dolar AS menjadi kurang menarik bagi investor. Sehingga, dolar AS kemungkinan akan mengalami tekanan jual dan nilai tukarnya menjadi turun. 

Sementara dari dalam negeri, investor mencermati kebijakan pemerintah terkait penanganan bencana banjir dan longsor di 3 provinsi, yang diperkirakan menimbulkan kerugian Rp28,8 triliun hingga Rp37,1 triliun
Hal itu, dikhawatirkan akan membebani fiskal negara.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak konsolidatof dengan kecenderungan melemah di level Rp16.600 per dolar AS hingga Rp16.700 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Investor Global Antusias Kunjungi Indonesia Pavilion di WEF Davos 2026

BRIEF.ID - Investor global antusias mengunjungi Indonesia Pavilion di...

Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Mantan Menpora Dito Ariotedjo

BRIEF.ID - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito...

IMF Sebut Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,1% pada Tahun 2026

BRIEF.ID - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan, perekonomian Indonesia...

BI Suntik Likuiditas Perbankan Senilai Rp397,9 Triliun, Hampir Dua Kali Lipat Dana Pemerintah

BRIEF.ID — Bank Indonesia (BI) melaporkan telah menyuntikan likuiditas...