Rupiah Melemah di Tengah Lonjakan Harga Minyak, Investor Cermati Kebijakan Menkeu Baru

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah lonjakan harga minyak dunia pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

Hal itu, dipengaruhi sikap investor yang mencermati kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Suahasil Nazara, yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan  Purbaya Yudhi Sadewa, pada Senin (14/9/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah terpantau berada di level Rp17.685 per dolar AS, melemah 0,09% atau 16 poin dari level sebelumnya Rp17.669 per dolar AS.

Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor dibuka melemah tipis 0,01% atau 1 poin menjadi Rp17.670 per dolar AS dibandingkan Rp17.669 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026).

Pelemahan rupiah masih dipicu faktor luar negeri, yakni lonjakan harga minyak dunia di kisaran US$106,9 per barel. Selain itu, pelemahan rupiah juga dipicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang memicu arus modal keluar dari pasar keuangan emerging market termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, pelaku pasar nampaknya memilih menerapkan sikap wait and see (menunggu) kebijakan Suahasil Nazara sebagai Menkeu baru, yang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Suahasil yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sejak Oktober 2019, dinilai mampu mengelola anggaran fiskal dan menjaga kredibitas perbendaharaan negara.

Respons positif pelaku pasar terhadap Suahasil, diyakini akan membuat rupiah hanya terkoreksi terbatas, di tengah tekanan lonjakan harga minyak dunia.

Selain itu, pergerakan rupiah juga dipengaruhi   sikap wait and see investor menjelang rapat  Federal Open Market Committee (FOMC) Federal Reserve (The Fed), pada Rabu (16/9/2026).

The Fed hampir dipastikan menaikkan suku bunga 25 bps (basis points). Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan FFR sebesar 25 bps menjadi 3,75-4% telah meningkat menjadi 92,4%.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, diprekirakan menguat terbatas di kisaran level  Rp17.600 per dolar AS hingga Rp17.700 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Jatuh ke Level Rp2,5 Juta per Gram Dipicu Tren Kenaikan Suku Bunga Global

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Pemprov DKI Siapkan Tiga Langkah Tekan Polusi

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga langkah...

Suahasil Yakinkan Pasar, Pergantian Menkeu Bukan Perubahan Besar

BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meminta pelaku...

Menkeu Diganti, Danantara Melunak

BRIEF.ID – Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Purbaya Yudhi...