Rupiah Kembali Abruk ke Level Rp17.300 per Dolar AS, Investor Cermati Laporan APBNKita

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk ke level psikologis Rp17.300 per dolar AS, seiring investor mencermati laporan APBNKita, yang akan dirilis hari ini, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan dat transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka anjlok 0,19% atau 32 poin menjadi Rp17.275 dolar AS dari level sebelumnya Rp17.243 per dolar AS.

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah juga dibuka terkoreksi 0,3% ke posisi Rp17.277 per dolar AS. Hingga pukul 11:00 WIB, pelemahan rupiah masih berlanjut, dan terpantau berada di level Rp17.324 per dolar AS.

Pelemahan rupiah masih dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia, dan indeks dolar AS, yang melanjutkan tren menguat. Harga minyak jenis brent pada sesi perdagangan pagi ini naik 0,59% menjadi US$111,9 per barel, sedangkan indeks dolar AS stabil di level 98,64.

Sementara dari dalam negeri, sentimen pelemahan rupiah dipicu kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia. Hari ini, investor akan mencermati paparan APBN Kita, yang akan dirilis Kementerian Keuangan.

Kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia sudah terlihat dari arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham, dan penurunan minat terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN).

Pada perdagangan Selasa (28/4/2026), capital outflow dari pasar saham domestik tercatat mencapai US$136,1 juta, tercatat menjadi yang terbesar sejak 26 Maret 2026.

Sementara itu, lelang SUN cenderung stagnan, di mana minat investor terhadap SUN bertenor pendek cenderung menurun. Hal tersebut menyebabkan penawaran yang masuk dalam lelang SUN kemarin tercatat sebesar Rp74,95 triliun, melemah dari sebelumnya Rp78,49 triliun. 

Terkait dengan itu, paparan APBNKita hari ini, menjadi sorotan investor, untuk melihat bagaimana pemerintah mengelola arus kas di tengah tekanan global.

Persepsi terhadap kredibilitas fiskal menjadi krusial. Jika pemerintah mampu menunjukkan ruang yang cukup untuk meredam tekanan, misalnya melalui pengelolaan subsidi energi, strategi pembiayaan yang terukur, serta disiplin defisit, maka sentimen terhadap aset domestik berpeluang membaik.

Sebaliknya, jika risiko pelebaran defisit dan peningkatan kebutuhan pembiayaan dinilai terlalu besar, tekanan terhadap rupiah bisa berlanjut, terutama di tengah lingkungan global yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak cenderung melemah di kisaran level Rp17.200 per dolar AS, hingga Rp17.350 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp 116 Triliun

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama...

IHSG Bergerak Mixed Uji Level 7.100, Capital Outflow di Bursa Berlanjut

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

CORE Beberkan 2 Cara Indonesia Terhindar Sanksi Barat Meski Beli Minyak Mentah Rusia

BRIEF.ID - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia...

Harga Emas Antam Lanjutkan Penurunan, Terhempas dari Level Rp2,8 Juta per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...