IHSG Bergerak Mixed Uji Level 7.100, Capital Outflow di Bursa Berlanjut

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mixed dan menguji level psikologis 7.100 pada perdagangan hari ini, Rabu (29/4/2026).

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,34% atau 24,22 poin ke level 7.096. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,38% atau 2,56 poin ke posisi 684,88.

Hingga pukul 11:15 waktu JATS, IHSG terpantau masih berada di zona hijau, dengan menguat 0,13% atau 9,30 poin ke level 7.077. Selama 2 jam 15 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.126, dan level terendah 7.063.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 336 saham naik harga, 304 saham turun harga, dan 168 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 24,506 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.294.308 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,398 triliun.

IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas, karena sentimen negatif external dan domestik. Dari external, ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, membuat investor cenderung bersikap menunggu (wait and see).

Belum dibukanya Selat Hormuz, membuat harga minyak tetap tinggi, diikuti dengan penguatan indeks dolar AS. Hal itu, membuat pasar keuangan cednerung tertekan, karena kekhawatiran suku bunga tinggi akibat lonjakan inflasi.

Sejumlah bank sentral negara-negara maju telah memutuskan mempertahankan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi yang tertekan lonjakan harga dan subsidi energi.

Pada hari ini, Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The fed) juga akan menuntaskan pertemuan FOMC, yang membahas sejumlah kebijakan moneter, termasuk kemungkinan mempertahankan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR).

Sementara dari dalam negeri, kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia makin terlihat dari arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham, dan penurunan minat terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN).

Pada perdagangan Selasa (28/4/2026), capital outflow dari pasar saham domestik tercatat mencapai US$136,1 juta, tercatat menjadi yang terbesar sejak 26 Maret 2026.

Sedangkan lelang SUN cenderung stagnan, di mana minat investor terhadap SUN bertenor pendek cenderung menurun. Hal tersebut menyebabkan penawaran yang masuk dalam lelang SUN kemarin tercatat sebesar Rp74,95 triliun, melemah dari sebelumnya Rp78,49 triliun. 

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dikisaran level support 7.050 hingga level resistance.7.150. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp 116 Triliun

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama...

Rupiah Kembali Abruk ke Level Rp17.300 per Dolar AS, Investor Cermati Laporan APBNKita

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk ke level...

CORE Beberkan 2 Cara Indonesia Terhindar Sanksi Barat Meski Beli Minyak Mentah Rusia

BRIEF.ID - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia...

Harga Emas Antam Lanjutkan Penurunan, Terhempas dari Level Rp2,8 Juta per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...