BRIEF.ID – Kabar wafatnya Raja Norwegia Harald V turut mendapat perhatian dari Pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Raja Harald V yang wafat pada usia 89 tahun.
Sugiono menyampaikan duka cita tersebut dengan mengisi dan menandatangani Book of Condolence atau buku duka cita di Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta, Selasa (1/9).
Langkah diplomatik itu menjadi bentuk penghormatan Indonesia kepada pemimpin monarki Norwegia sekaligus menegaskan hubungan persahabatan antara Jakarta dan Oslo.
Dalam pesan yang ditulisnya, Sugiono menyampaikan simpati pemerintah dan rakyat Indonesia kepada Kerajaan Norwegia serta masyarakat negara tersebut.
“Atas nama Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, saya menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada Kerajaan Norwegia dan rakyatnya atas wafatnya Yang Mulia Raja Harald V,” tulis Sugiono.
Menurut Sugiono, Raja Harald V akan dikenang bukan hanya karena kedudukannya sebagai kepala negara, tetapi juga karena karakter kepemimpinannya.
“Raja Harald V akan selalu dikenang dan dihormati atas kepemimpinan, kehangatan, dedikasi, dan kerendahan hatinya,” lanjutnya.
Sugiono juga menilai warisan kepemimpinan Harald V masih akan memiliki arti bagi masyarakat Norwegia pada masa mendatang.
“Warisan kepemimpinannya akan terus menginspirasi generasi mendatang,” tulis Sugiono.
Raja Harald V meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026 waktu setempat. Ia mengemban takhta Norwegia selama sekitar 35 tahun.
Selama masa pemerintahannya, Harald V dikenal sebagai figur yang berperan dalam menjaga persatuan masyarakat Norwegia. Ia juga dipandang sebagai sosok yang memiliki visi dalam menjalankan perannya sebagai kepala negara.
Kehadiran Menlu Sugiono di Kedutaan Besar Norwegia menunjukkan bahwa wafatnya Harald V tidak hanya menjadi peristiwa domestik bagi Norwegia, tetapi juga mendapat respons diplomatik dari negara-negara sahabat.
Bagi Indonesia, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk kembali menegaskan hubungan bilateral dengan Norwegia yang telah berkembang dalam berbagai bidang.
Hubungan kedua negara antara lain mencakup kerja sama di bidang lingkungan hidup, energi, kemaritiman, perdagangan, dan isu-isu global.
Pengisian buku duka cita oleh Menlu Sugiono menjadi salah satu bentuk diplomasi simbolik Indonesia untuk menunjukkan penghormatan terhadap Kerajaan Norwegia di tengah masa berkabung atas wafatnya Raja Harald V. (ayb)


