BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto tiba di Vladivostok, Rusia, Rabu (2/9/2026), untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Kedatangan Prabowo menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia di tengah perubahan konstelasi geopolitik global.
Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Vladivostok sekitar pukul 10.45 waktu setempat atau 07.45 WIB. Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Prabowo untuk menghadiri forum tersebut sebagai tamu kehormatan utama.
Kunjungan ini memiliki arti lebih dari sekadar agenda diplomatik. EEF merupakan forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan investor dari berbagai negara untuk membahas peluang ekonomi, perdagangan, serta investasi di kawasan Rusia Timur dan Asia Pasifik.
Bagi Indonesia, kehadiran Prabowo membuka ruang untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Rusia. Namun, tantangannya bukan sekadar mendapatkan komitmen investasi, melainkan memastikan peluang tersebut dapat diterjemahkan menjadi proyek konkret bagi perekonomian Indonesia.
Forum tersebut juga berlangsung ketika hubungan Rusia dengan negara-negara Barat masih dibayangi ketegangan geopolitik. Kondisi itu membuat setiap langkah kerja sama ekonomi dengan Moskow berpotensi memiliki konsekuensi diplomatik yang perlu dihitung pemerintah.
Karena itu, diplomasi ekonomi menjadi salah satu ujian penting dalam kunjungan Prabowo. Pemerintah perlu memastikan hubungan yang lebih erat dengan Rusia tidak mengurangi ruang Indonesia untuk menjaga kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.
Dalam agenda di Vladivostok, Prabowo dijadwalkan berinteraksi dengan para pemimpin negara dan pelaku usaha yang hadir dalam EEF. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mendorong kerja sama di sektor-sektor strategis yang dibutuhkan Indonesia.
Kehadiran Indonesia sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah memperluas mitra ekonomi di luar pasar tradisional. Diversifikasi mitra perdagangan dan investasi dinilai penting ketika ekonomi global menghadapi ketidakpastian serta fragmentasi rantai pasok.
Prabowo sebelumnya bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (1/9) pukul 23.20 WIB menuju Federasi Rusia bersama rombongan terbatas.
Dalam penerbangan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Turut mendampingi Presiden adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setibanya di Vladivostok, Prabowo disambut Wakil Gubernur Wilayah Primorye Said Yusupov dan Menteri Luar Negeri Vladivostok Konstantin Sidorenko.
Sejumlah pejabat Indonesia juga hadir menyambut kedatangan Presiden, termasuk Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus Jose Antonio Morato Tavares, Atase Pertahanan KBRI Moskow Marsma TNI Budi Susilo, serta Konsul Kehormatan RI di Vladivostok Anton Zubkho.
Partisipasi Prabowo sebagai tamu kehormatan utama di EEF ke-11 pada akhirnya akan diuji melalui hasil konkret. Pemerintah tidak cukup hanya membawa pesan diplomasi, tetapi juga perlu menunjukkan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh Indonesia dari kedekatan dengan Rusia tanpa mengorbankan kepentingan strategis nasional. (ayb)


