BRIEF.ID – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mengatakan, Program Executive Training Tahun 2026, menjadi ruang pembelajaran strategis.
Pernyataan itu disampaikan Wamenhan pada peresmian pembukaan Program Executive Training Tahun 2026, yang diselenggarakan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) di Aula BTI Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
“Setiap insan pertahanan dituntut memiliki kepekaan dan ketajaman analisis dalam membedakan kritik konstruktif dan narasi yang bersifat subversif demi menjaga stabilitas nasional di berbagai sektor,” kata Wamenhan.

Ia mengungkapkan, perkembangan lingkungan strategis global menghadirkan ancaman pada kedaulatan negara yang tidak lagi bersifat konvensional, namun semakin kompleks dan multidimensional, termasuk maraknya narative and legal warfare (NLW).
Dikatakan, diperlukan upaya strategis untuk memperkuat Defense Intellectual Management (DIM) sebagai fondasi dalam membangun sistem pertahanan yang tangguh.
Program Executive Training Tahun 2026 yang diselenggarakan PYC, diharapkan menjadi ruang pembelajaran strategis untuk meningkatkan kemampuan analitis, kepemimpinan, dan cara pandang adaptif menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat sinergi antarmatra pada sistem pertahanan negara yang terpadu.
Kegiatan yang berlangsung hingga 24 April 2026, diikuti 25 personel TNI dari tiga matra; Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) serta tiga perwakilan dari Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Para peserta merupakan perwira menengah dengan jabatan strategis setingkat Komandan Distrik Militer, Komandan Pangkalan Angkatan Laut, dan Komandan Pangkalan Angkatan Udara.
Hadir pada kesempatan itu, di antaranya pendiri PYC yang juga mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Sekjen Kemhan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, serta Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan dan TNI. (nov)


