Prabowo: Indonesia Relatif Aman dari Krisis Pangan di Tengah Ketegangan Global

BRIEF.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berada dalam posisi relatif aman menghadapi potensi krisis global, terutama dalam hal ketahanan pangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden di tengah situasi dunia yang saat ini diliputi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.

Hal itu juga disampaikan Prabowo ketika meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah di Indonesia secara virtual pada awal pekan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyinggung kondisi global yang saat ini memanas, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurut Prabowo, meskipun banyak negara diperkirakan akan menghadapi tekanan akibat krisis global, Indonesia setidaknya memiliki modal kuat dalam sektor pangan.

“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” tutur Prabowo.

Selain masalah ketahanan pangan Prabowo juga menyoroti pentingnya memperkuat kemandirian energi nasional.

Prabowo berharap ke depan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM), mengingat besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

Prabowo menyebut komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Di sisi lain, Presiden mengingatkan bahwa situasi global saat ini masih penuh ketidakpastian. Persaingan dan konflik antar negara besar berpotensi menyeret negara lain ke dalam kondisi krisis, sehingga Indonesia perlu tetap waspada.

“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” katanya.

Meski demikian, Prabowo menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan kondisi ekonomi nasional secara cermat. Dia mengaku mempelajari berbagai indikator ekonomi serta potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Prabowo optimistis Indonesia mampu menghadapi tekanan global dan bahkan keluar dari situasi krisis dengan kondisi yang lebih kuat.

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita menemukan kekayaan-kekayaan baru. Kita mungkin akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu, tetapi perkiraan saya kita akan keluar dari keadaan krisis ini dengan lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian global. Setelah target swasembada beras, pemerintah juga menargetkan kemandirian protein sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki, Prabowo optimistis Indonesia dapat memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menghadapi berbagai tantangan global yang berkembang. (AYB)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Komdigi Tangani Lebih dari 3 Juta Konten Judi Onlen dan 744 Ribu Konten Pornografi

BRIEF - Upaya pemerintah dalam membersihkan ruang digital dari...

Kejagung Sita Dokumen Penting dari Kantor Ombusman dan Rumah Eks Komisioner

BRIEF.ID - Penyidik Kejaksaan Agung telah menyita dan mengamankan...

Trump Beri Sinyal Segera Akhiri Perang dengan Iran, Klaim Hampir Menang Telak

BRIEF.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberi...

IHSG Berpotensi Technical Rebound

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada perdagangan...